Penanganan bencana longsor dampak hujan deras yang terjadi Minggu (1/11). (BP/Nan)

BANGLI, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi peralihan musim dari El Nino (kekeringan) ke La Nina (musim basah). Peringatan itu disampaikan menyusul cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai petir yang memicu sejumlah bencana di wilayah Bangli pada Minggu (1/12) malam hingga dini hari.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Bangli, I Ketut Agus Sutapa mengatakan, hujan deras yang terrjadi beberapa hari terakhir belum merupakan puncak musim hujan. Berdasarkan rilis BMKG, puncak musim hujan diperkirakan baru akan terjadi pada pertengahan Desember 2026 hingga Februari 2027.

“Untuk itu kami harapkan kepada masyarakat luas bagaimana kaitan mengencangkan upaya kesiapsiagaan baik dari unsur pemerintah, dari kapasitas SDM, kapasitas peralatannya, satgas terkait ini harus dikencangkan. Masyarakat juga sudah harus mulai mengenali potensi-potensi bencana minimal di wilayah tempat tinggalnya,” ujar Agus Sutapa Selasa (3/12).

Baca juga:  Musim Paceklik, Produksi Beras di RMU Mengwitani Belum Maksimal

Berdasarkan pendataan BPBD Bangli, cuaca ekstrem beberapa hari lalu telah menimbulkan sejumlah kejadian bencana di tiga kecamatan. Bencana didominasi oleh pohon tumbang dan tanah longsor.

Agus menyebutkan di Kecamatan Tembuku yakni Jalur Bangli-Karangasem terjadi banyak pohon tumbang bahkan merobohkan tiang listrik. Kejadian tersebut telah selesai ditangani berkat kerja sama cepat antara TNI, Polri, dan satgas terkait. “Di Desa Persiapan Pulasari akses jalan putus. Arus lalin dialihkan sementara karena memang kondisi jalan sudah tidak memungkinkan untuk dilalui,” jelasnya.

Di Kecamatan Bangli, hujan deras mengakibatkan longsor di areal parkir Pura Kehen. Longsor menimpa empat kios di bawahnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun longsor mengakibatkan pemilik kios merugikan lantaran banyak barang dagangan rusak tertimpa tebing longsor.

Baca juga:  Videotron Alun-Alun Bangli Belum Hasilkan Pendapatan

“Kami telah menurunkan alat berat karena memang tingginya material longsoran, dibantu oleh TNI-Polri dan terakhir dilakukan upaya pembersihan oleh armada Damkar,” kata Agus.

Masih di wilayah Bangli, BPDB juga mendata kejadian longsor di ruas jalan Selati menuju Gianyar. Di Kelurahan Kubu, hujan menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga.

Di Kecamatan Susut, longsor dilaporkan terjadi di ruas jalan Desa Demulih, dan Desa Sulahan menuju Sala. Kejadian terrsebut telah tertangani. “Kemudian di Tangkas di Desa Susut juga dilaporkan terjadinya material sawah ataupun tebing sawah yang hampir menghancurkan tembok warga dengan korban terdata atas nama I Dewa Bawe, namun tidak sampai terjadinya kerugian material ataupun korban,” jelasnya.

Baca juga:  Proyek Lift Kaca di Pantai Kelingking Jadi Sorotan, Ini Tanggapan Bupati Satria

Dari kejadian bencana tersebut, nihil korban jiwa. Agus mengatakan saat ini, tim Jitu Pasna dari Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bangli tengah turun ke lapangan untuk mendata kerugian material, khususnya pada sektor pemukiman warga.

“Jika memang itu memungkinkan untuk kami fasilitasi bantuan sosial yang tidak direncanakan sesuai dengan peraturan tentu akan difasilitasi untuk mendapatkan bantuan. Inilah upaya pemerintah tidak hanya melakukan penanganan pelayanan tetapi bagaimana untuk membangun kembali kehidupan masyarakat lebih baik,” kata Agus. (Dayu Swasrina/balipoist)

BAGIKAN