
SINGARAJA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, sejak Minggu (1/11) siang hingga Senin (2/11) dini hari mengakibatkan longsor di tiga lokasi. Material longsor menimbun rumah warga, merusak senderan pekarangan, hingga menutup akses jalan kabupaten menuju Desa Sepang Kelod.
Perbekel Sepang, I Putu Agung Mahardika, mengatakan, longsor terjadi di wilayah utara desa. Tiga lokasi terdampak masing-masing berada di rumah Sang Ayu Keneh, pekarangan milik Kadek Semiaji, serta senderan pekarangan rumah I Made Darsiawan. Kerusakan paling parah terjadi pada senderan rumah Darsiawan yang kembali ambruk meski baru diperbaiki tahun ini.
Berdasarkan pendataan BPBD Buleleng, senderan di Banjar Dinas Sepang tersebut jebol pada Minggu sekitar pukul 18.45 Wita. Derasnya aliran air hujan menggerus konstruksi senderan hingga ambruk. Bangunan penahan tanah berbahan batu itu memiliki panjang 18 meter dan tinggi lima meter.
Tak hanya senderan, tanah urugan di belakangnya turut tergerus sepanjang 18 meter, dengan lebar dua meter dan tinggi tiga meter. BPBD Buleleng memperkirakan kerugian akibat kerusakan tersebut mencapai Rp 60 juta.
Mahardika mengungkapkan, senderan itu sebelumnya juga mengalami kerusakan akibat bencana pada tahun lalu. Perbaikannya baru dilakukan tahun ini dengan dukungan bantuan Rp 15 juta dari dana penanganan dampak bencana.
“Senderan rumah Made Darsiawan baru saja diperbaiki tahun ini setelah mendapatkan bantuan Rp 15 juta dari dana dampak bencana tahun lalu. Sekarang jebol lagi,” ujarnya, Senin (2/11).
Selain itu, longsor juga menimbun rumah Sang Ayu Keneh. Sementara pekarangan rumah Kadek Semiaji mengalami kerusakan pada bagian senderan. Tembok penahan tanah tersebut memiliki panjang sekitar 15 meter, tinggi empat meter, dan lebar tiga meter.
Dampak longsor turut dirasakan pengguna jalan. Material tanah yang menutup jalan kabupaten penghubung Desa Sepang dan Sepang Kelod membuat kendaraan roda empat belum bisa melintas. Untuk sementara, warga membuka jalur setapak agar sepeda motor tetap dapat melewati kawasan tersebut.
Kendaraan roda empat yang hendak menuju Sepang Kelod diarahkan mengambil jalur alternatif melalui Tista-Dadap Putih.
Mahardika menjelaskan, hujan mulai turun sekitar pukul 13.30 Wita pada Minggu. Intensitasnya meningkat sejak pukul 16.00 Wita dan berlangsung hingga dini hari. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah titik di wilayah desa mengalami longsor.
” Kita masih menunggu bantuan alat berat dari BPBD Buleleng untuk membersihkan material yang menutup jalan. Volume material longsor dinilai cukup banyak sehingga tidak memungkinkan ditangani secara manual,”jelasnya. (Yudha/balipost)










