
GIANYAR, BALIPOST.com – Dinas PUPR Kabupaten Gianyar telah memulai proyek peningkatan ruas Jalan Mas–Kengetan. Langkah ini antara lain ditandai dengan pembongkaran jembatan lama yang berlokasi di sebelah timur Restoran Tebesari, Lodtunduh.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gde Ngurah Agung Tirta seizin Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, I Dewa Gede Putra Harthawan, Rabu (28/10), menyampaikan bahwa penutupan jalan dan pelebaran jembatan ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas yang selama ini sering mengalami kemacetan.
”Jembatan eksisting sebelumnya cukup sempit dan berisiko jika kendaraan tetap dipaksakan melintas saat proses pembongkaran setengah badan jalan. Oleh karena itu, demi keselamatan bersama, jalan kami tutup total untuk kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Agung Tirta.
Meskipun akses kendaraan ditutup total, Dinas PUPR tetap menyediakan akses penyeberangan khusus bagi pejalan kaki. Hal ini mempertimbangkan kebutuhan masyarakat setempat, khususnya keberadaan setra (kuburan) yang berada di sisi barat jembatan.
Masa penutupan jalan dijadwalkan 20 Oktober 2026 hingga maksimal 29 Desember 2026, sesuai masa kontrak. Target lebar jalan/jembatan minimal 5,5 meter (sesuai standar jalan kabupaten/provinsi agar dapat dilalui dua kendaraan dari arah berlawanan tanpa penumpukan).
Untuk mengantisipasi kemacetan, pengendara yang hendak bepergian dari arah Ubud menuju Kengetan atau Singakerta maupun sebaliknya diimbau menggunakan jalur alternatif. Pengendara dari arah utara (dari arah Ubud) dapat mengambil jalur melalui Tebongkang menuju ke Jalan Raya Singakerta. Pengendara dari arah selatan juga dapat melintasi jalur kawasan Mawang yang akan tembus ke arah Singakerta.
Agung Tirta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jalan selama proyek berlangsung. ”Kami dari Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Gianyar memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan ini. Astungkara, kami berupaya agar pengerjaan dapat selesai secepat mungkin sehingga jalan dapat kembali dibuka untuk dua arah sebelum batas akhir kontrak,” pungkasnya. (Wirnaya/balipost)










