
MANGUPURA, BALIPOST.com – Kericuhan terjadi di mess proyek vila, Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel), Minggu (6/9) malam. Dua kelompok buruh proyek bentrok diduga dipicu senggol dinding dari seng. Akibat kejadian itu, sejumlah buruh terluka, yaitu Adrianus (24), Yohanes (19), Rafael (22), Stefanus RM (24), dan Fransiskus (20).
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Jumat (11/9) menjelaskan, kronologisnya berawal Yohanis Kaka ke kamar mandi dan tidak sengaja menyenggol dinding seng sehingga menimbulkan suara gaduh. Selanjutnya Yohanis dihampiri oleh salah satu satpam dan menanyakan hal tersebut.
“Yang bersangkutan (Yohanis) menjelaskan bahwa tidak sengaja menyenggol. Dia juga minta maaf. Namun dibilang banyak alasan dan (Yohanis) disuruh memanggil semua teman-teman yang ada di proyek,” ujarnya.
Selanjutnya teman Yohanis, Andrianus terbangun dari tidurnya karena mendengar suara keributan tersebut. Andrianus lalu menghampiri Yohanis sedang adu argumen. Saat itu Andrianus membawa pisau sambil mengatakan teman-temannya tidak pernah membuat masalah. Ia juga bilang orang luar biasanya yang membuat masalah.
Mendengar hal tersebut, pukul 23.00 WITA, para buruh yang ada di TKP marah. Mereka mengeroyok Andrianus dan teman-temannya. Waktu itu mereka berada di pos satpam hingga mengalami luka-luka.
Dampak peristiwa ini, Adrianus mengalami luka di bibir, mata, pipi, tangan kanan dan kaki kiri. Yohanes dan Rafael mengalami luka di alis, pinggul, lengan tangan kiri, dan lebam di kedua kaki. Sedangkan Stefanus dan Fransiskus terluka di mata kiri, hidung, dan kepala belakang. Para korban masih dirawat di RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar.
“Awalnya diupayakan mediasi tapi kedua belah pihak tidak bisa dipertemukan. Selanjutnya para korban melapor ke Polsek Kuta Selatan pada Kamis tanggal 10 September 2026. Kasus ini masih tahap penyelidikan,” ucap Adi. (Kerta Negara/balipost)










