
DENPASAR, BALIPOST.com – Proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di pusat Kota Denpasar mulai digodok. Ditargetkan proyek yang akan menata kabel udara ini rampung pada Desember nanti.
Koordinasi dengan pihak operator sudah mulai dilakukan sehingga saat proyek rampung mereka telah siap untuk memindahkan kabelnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dirut Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS) atau DP Parkir Kota Denpasar, I Nyoman Putrawan, Selasa (15/9). Dia mengatakan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan operator, provider, serta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL). “Target kita Desember selesai. Jadi begitu selesai, kabel-kabel yang ada di atas itu bisa segera masuk,” kata Putrawan.
Pengalaman dari penataan kabel di Sanur menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menyiapkan SJUT di kawasan pusat Kota Denpasar. Di Sanur ujar Putrawan, terdapat lima provider yang menyatakan minat untuk menggunakan SJUT.
Namun, berdasarkan data yang dimiliki, jumlah provider yang menggunakan jaringan di kawasan tersebut mencapai sekitar 15 provider, dengan jumlah kabel di lapangan bahkan lebih banyak. Sementara untuk kawasan pusat kota, jumlah provider yang berpotensi menggunakan SJUT diperkirakan lebih banyak. “Kalau di kota ini mungkin puluhan provider,” ujarnya.
Penataan SJUT di pusat kota, kata Putrawan akan mencakup sekitar tujuh ruas jalan. Berbeda dengan kawasan Sanur yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih panjang karena menunggu sejumlah regulasi, penataan di pusat kota diharapkan dapat berjalan lebih cepat.
Para provider nantinya perlu menyampaikan kebutuhan ruang atau kapasitas jaringan yang akan digunakan dalam SJUT. Besaran biaya pemanfaatan ruang SJUT di pusat kota pun masih dalam pembahasan karena kemungkinan memiliki skema berbeda dengan kawasan Sanur.
Dengan target pembangunan rampung pada Desember 2026, Perumda BPS berharap migrasi kabel dapat segera dilakukan setelah SJUT siap digunakan. “Kalau bisa sebelum Desember sudah masuk, atau paling tidak satu dua bulan setelah selesai,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)










