Ida Bagus Surya Suamba. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Proyek pelabuhan water taxi di Pantai Perancak, Kuta Utara, terus bergerak. Di balik rencana pengembangan transportasi publik tersebut, muncul persoalan terkait Pura Segara Perancak yang dalam desain ASDP disebut berpotensi dipindahkan ke lokasi lain.

Namun, sebelum masuk tahap pembangunan, Pemkab Badung akan terlebih dahulu menyosialisasikan rencana tersebut kepada masyarakat di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kuta Utara.

Sosialisasi menjadi penting karena rancangan pembangunan pelabuhan berpotensi berdampak terhadap keberadaan Pura Segara Perancak yang berada di sekitar kawasan pantai. Pemerintah ingin memastikan rencana penataan tersebut mendapat persetujuan masyarakat, khususnya pihak yang berkaitan dengan pura.

Baca juga:  Menjelang Pagerwesi, Harga Bunga dan Janur Melonjak

Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, Ida Bagus Surya Suamba, mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Peninjauan tersebut melibatkan Deputi Perhubungan dari pemerintah pusat dan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry bersama Pemkab Badung. “Kalau di Pantai Sekeh sudah selesai, ini yang di Perancak, rencananya hari Jumat,” ujar Surya Suamba.

Menurutnya, desain yang disiapkan ASDP Indonesia Ferry memang berpotensi memengaruhi posisi Pura Segara Perancak. Dalam rancangan tersebut, pura kemungkinan dipindahkan ke lokasi lain.

Baca juga:  Karena Ini, Proyek Pelebaran Simpang Jimbaran Terhambat

Meski demikian, pemerintah memastikan rencana tersebut tidak akan dilakukan secara sepihak. “Desainnya ASDP akan ada pemindahan pura, tapi dibangun lebih bagus. Tapi kan tetunya minta persetujuan masyarakat,” ungkapnya.

Surya Suamba menegaskan, pembangunan pelabuhan water taxi nantinya menggunakan skema investasi. Pemerintah pusat akan mengarahkan proses tersebut melalui tender kepada pihak swasta yang akan melaksanakan pembangunan. “Nanti ini akan ditenderkan ke swasta, atas perintah pemerintah pusat nanti swasta yang akan membangun. Karena ini investasi,” paparnya.

Dengan skema tersebut, pemerintah tidak perlu mengalokasikan anggaran pembangunan secara langsung. Pemkab Badung dalam rencana ini memiliki tugas menyiapkan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan pelabuhan.

Baca juga:  Sering Ribut, Warga Keluhkan Warung di PPN Pengambengan

Rencana pembangunan pelabuhan water taxi di Badung sebelumnya dirancang di dua lokasi, yakni Pantai Sekeh dan Pantai Perancak. Kedua titik tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari sistem transportasi publik terintegrasi yang tengah disiapkan pemerintah.

Selain transportasi laut, sistem tersebut nantinya akan terhubung dengan transportasi darat. Jaringan trem juga dirancang melintasi kawasan pesisir sehingga masyarakat maupun wisatawan memiliki alternatif transportasi untuk bergerak di kawasan Badung. (Parwata/balipost)

BAGIKAN