
AMLAPURA, BALIPOST.com – Dewan melakukan pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Karangasem 2026 bersama dengan eksekutif, Selasa (27/10). Dalam pembahasan tersebut, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disarankan agar tidak melakukan kegiatan fisik mengingat waktu yang ada cukup mepet.
Ketua Banggar DPRD Karangasem, I Wayan Suastika mengungkapkan, agar tambahan DBH tidak serta-merta diarahkan ke kegiatan fisik tanpa pencermatan kebutuhan dan urgensinya. Menurutnya, sebagian DBH ditempatkan untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. “Kalau memang ada kebutuhan mendesak, seperti bencana BTT harus diperkuat,” ujar Suastika.
Suastika menerangkan, di perubahan ini, pihaknya tidak diperkenankan OPD untuk melaksanakan kegiatan fisik. Pasalnya, waktu yang tersisa sangat mepet, hanya dua bulan. Karena setiap anggaran harus benar-benar jelas peruntukannya dan bisa terserap untuk kepentingan masyarakat. “Jangan sampai akhirnya tidak terlaksana dan menjadi SILPA. Jadi, kita sudah menyampaikan secara tegas, jadi tidak boleh ada kegiatan fisik karena waktu kita lagi 45 hari efektif,” tegasnya.
Anggota Banggar DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi juga meminta seluruh tambahan anggaran dikawal secara ketat agar tidak menimbulkan persoalan pada tahap pelaksanaan maupun pertanggungjawaban. “Jangan sampai hasil verifikasi nanti muncul kegiatan yang tidak diperhitungkan sebelumnya. Semua harus jelas, terbuka, dan sesuai hasil evaluasi,” kata Sumardi.
Sementara itu, terkait tambahan BKK dari Gianyar yang disebut mencapai Rp5 miliar, Sekda I Ketut Sedana Merta menjelaskan, anggaran tersebut dalam pembahasan perubahan diarahkan untuk dikembalikan secara proporsional kepada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai kebutuhan dan ketentuan.
“Untuk BKK Gianyar dalam pelaporan perubahan kita sepakat mengembalikannya secara proporsional kepada masing-masing OPD. Sementara tambahan DBH sekitar Rp477 juta juga menjadi bagian dari pencermatan Banggar. Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat BTT serta mendukung kebutuhan honor fasilitator program bedah rumah,” imbuhnya. (Eka Prananda/balipost)










