Anggota Dinas Perhubungan Kota Denpasar membantu mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jerigen pada pengendara yang antri di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Teras Ayung, Jalan Gatot Subroto Timur, Jumat (16/10). Langkah ini sebagai upaya untuk mengurangi antrean panjang kendaraan warga. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali bersama PT Pertamina Patra Niaga menerapkan pengaturan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi menggunakan sistem ganjil-genap nomor polisi kendaraan selama tiga hari, mulai Sabtu (17/10) hingga Senin (19/10). Kebijakan ini dilakukan untuk mempercepat pelayanan pengisian BBM dan mengurai antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pada hari pertama, Sabtu (17/10), kendaraan dengan pelat nomor ganjil mendapat giliran mengisi BBM bersubsidi. Pengaturan tersebut dilaksanakan sesuai Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM.

Baca juga:  Dua TPA Liar di Petang Ditutup

Selain penerapan ganjil-genap, pembelian BBM juga dibatasi maksimal 20 liter untuk kendaraan roda empat dan 3 liter untuk kendaraan roda dua. Pembatasan ini berlaku hingga situasi kembali normal sesuai arahan Gubernur Bali.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah penanganan gangguan pelayanan BBM di Bali yang dibahas dalam rapat koordinasi Gubernur Bali bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, dan jajaran terkait pada Kamis (15/10) pukul 23.00 WITA hingga dini hari.

Baca juga:  Dari Ini Penjelasan XL hingga Warga di Bali Terpapar COVID-19 Tambah Hampir 1.800 Orang

Dalam rapat tersebut, Pertamina Patra Niaga menyampaikan peningkatan stok BBM hingga 48 juta liter per 17 Oktober 2026. Stok yang tersedia di Terminal BBM Manggis, Karangasem, dan Sanggaran, Denpasar, diklaim mencukupi kebutuhan selama 14–15 hari ke depan. Penambahan pasokan akan terus dilakukan mengikuti kebutuhan.

Untuk mempercepat pelayanan, Pertamina juga mengoperasikan 66 SPBU selama 24 jam, terdiri atas 42 SPBU di Denpasar dan 24 SPBU di Badung.

Dukungan distribusi dilakukan dengan menambah 16 mobil tangki. Sebanyak 100 personel TNI Kodam IX/Udayana juga dikerahkan untuk membantu operasional SPBU pada malam hari. Sementara itu, Polda Bali memberikan dukungan pengawalan mobil tangki guna memperlancar distribusi BBM.

Baca juga:  Mobil Listrik Tabrak Sejumlah Kendaraan dan SPBU

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.

Berbagai langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan, mempercepat pelayanan di SPBU, dan mengurangi antrean hingga kondisi kembali normal.*dik

BAGIKAN