Gubernur Bali, Wayan Koster Berbincang dengan warga yang antre membeli BBM di SPBU, Kamis (15/10). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perpanjangan jam operasional stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi 24 jam untuk mengurai antrean bahan bakar minyak (BBM) memunculkan tantangan baru dalam pelayanan di lapangan. Keterbatasan jumlah operator dan meningkatnya beban kerja menjadi persoalan yang dihadapi petugas, di tengah upaya pemerintah memastikan masyarakat tetap mendapatkan BBM.

Dari 66 SPBU yang direncanakan beroperasi selama 24 jam, sebanyak 50 SPBU telah menjalankan operasional tersebut di wilayah Denpasar dan Badung. Untuk mendukung pelayanan pada malam hari, setiap SPBU mendapat bantuan satu hingga dua personel TNI.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, pengerahan personel TNI menjadi salah satu upaya untuk mendukung operasional SPBU pada malam hari. Langkah ini dilakukan di tengah antrean panjang yang terjadi akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM.

Baca juga:  Diusulkan, Lokasi TPA Suwung Dipindah

Gubernur Koster tak menampik adanya keluhan petugas SPBU yang kelelahan akibat perpanjangan jam operasional menjadi 24 jam di tengah antrean panjang BBM. Koster menyebut pengerahan personel TNI menjadi salah satu upaya mendukung pelayanan SPBU pada malam hari. Namun, ia meminta petugas tetap melayani konsumen meski dalam kondisi lelah.

“Ya mungkin kecapean, tapi untuk malam petugasnya dari TNI,” kata ujar Gubernur Koster, Kamis (15/10).

Baca juga:  Perubahan Iklim, Cagar Budaya Bali Mesti Dijaga

Menanggapi keluhan pegawai yang disampaikan langsung kepadanya saat meninjau SPBU, Koster mengaku telah meminta petugas tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun mengalami kelelahan.

“Enggak, saya bilang, ‘Jangan mengeluh, layani konsumen.’ Walaupun capek ya layani, enggak boleh ngerasa capek,” ungkapnya.

Koster menganggap luapan emosi pegawai tersebut kemungkinan dipicu kelelahan. Ia pun menegaskan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut.

“Iya, enggak ada masalah,” sebutnya.

Sebelumnya, video seorang pegawai SPBU 54.801.48 di Jalan Diponegoro No. 66, Pedungan, Denpasar Selatan, yang menyampaikan keluh kesah di hadapan Koster pada Rabu (14/10) malam, viral di media sosial. Dalam video tersebut, pegawai itu mengungkapkan kelelahan saat harus melayani masyarakat di tengah antrean BBM yang memanjang.

Baca juga:  Bicara Pascapenetapan Pemenang Pilgub Bali, Koster-Giri Berkomitmen "Ngayah" Total Pimpin Bali

“Saya bukan robot,” teriak pegawai tersebut. “Saya capek, Pak. Capek, Pak,” ujarnya.

Pegawai itu juga meminta pengambil kebijakan melihat secara langsung kondisi petugas yang bertugas di lapangan. “Coba Bapak yang di lapangan,” lanjutnya.

Keluhan tersebut diketahui berkaitan dengan keterbatasan jumlah operator ketika SPBU diminta memperpanjang jam operasional menjadi 24 jam untuk melayani masyarakat di tengah situasi kelangkaan BBM. Sebelum kebijakan perpanjangan jam operasional, SPBU tersebut melayani konsumen mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WITA. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN