
SINGASANA, BALIPOST.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Tabanan berdampak pada antrean panjang kendaraan yang terjadi hingga Senin (12/10). Kondisi ini dipicu penurunan pasokan BBM dari pusat hingga 50 persen serta keterlambatan kapal pengangkut minyak di Pelabuhan Manggis.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan, I Gede Sukanada, mengatakan informasi tersebut diperoleh berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak terkait di lapangan. Dimana tim dari Disperindag bersama dengan pihak kepolisian turun langsung melihat kondisi di sejumlah SPBU. Dari hasil kordinasi tersebut, diketahui bahwa penurunan pasokan membuat sejumlah SPBU menerima BBM jauh lebih sedikit dibandingkan jatah sebelumnya. “Misalnya, SPBU yang biasanya mendapatkan jatah 16 kiloliter (KL), sekarang hanya menerima 8 KL,” ujarnya.
Selain penurunan pasokan dari pusat, keterlambatan kapal pengangkut minyak di Pelabuhan Manggis turut mempengaruhi distribusi BBM. Disperindag Tabanan telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengetahui penyebab kondisi tersebut. “Dari koordinasi dengan Pertamina, kami mendapat informasi bahwa terjadi penurunan pasokan atau suplai minyak dari pusat. Saat ini kami tetap melakukan pemantauan,” katanya.
Sementara itu, antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di wilayah Kota Tabanan dan Kecamatan Kediri. Pengendara harus menunggu puluhan menit untuk mendapatkan BBM. Bahkan, ketika Pertalite habis, sebagian pengendara terpaksa beralih ke Pertamax atau membeli bensin di kios eceran.
Seperti terpantau di SPBU Jalan Gatot Subroto, Sanggulan, Tabanan, antrean kendaraan memanjang hingga bahu jalan. Pengendara terlihat mengantre di tengah cuaca panas. Dewa Krisna (34), pengendara asal Kerambitan, mengaku harus rela antri di tengah cuaca terik selama hampir 40 menit untuk bisa mendapatkan BBM. Awalnya, ia berniat membeli Pertalite. Namun, karena stoknya habis, ia terpaksa beralih ke Pertamax. “Saya kerja di Badung, kebetulan di sini (Sanggulan,red) ada bensinnya jadi antri biar dapat isi bensin, takutnya kehabisan bensin di jalan,” ujarnya.
Kondisi serupa terjadi di SPBU Pesiapan, Jalan Pulau Batam, Tabanan. SPBU tersebut dilaporkan tutup karena stok Pertalite dan Pertamax kosong. Meski demikian, sejumlah pengendara masih berdatangan dan bahkan memarkir kendarannya di depan SPBU yang telah dipasangi tali pembatas. Antrean kendaraan bahkan hingga sekitar 100 meter.
Tak hanya itu saja , sejumlah pengendara juga ada yang beralih membeli bensin di warung Madura di sebelah timur SPBU. Antrean pembeli di kios tersebut bahkan mencapai sekitar 50 meter. Di tengah antrean panjang tersebut, Satlantas Polres Tabanan melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU untuk mencegah antrean meluas hingga mengganggu arus kendaraan.
Seizin Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Anton Suherman mengimbau masyarakat tetap tenang dan tertib saat mengantre BBM. Pihaknya meminta pengendara membeli BBM sesuai kebutuhan, tidak menyerobot antrean, serta tidak menggunakan badan jalan secara berlebihan. Polsek jajaran juga diminta melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di wilayah masing-masing apabila terjadi antrean panjang di SPBU.(Puspawati/balipost)










