
DENPASAR, BALIPOST.com – Kepengurusan Pasikian Yowana MDA Denpasar masa jabatan 2021-2026 segera berakhir. Pemilihan manggala (ketua) berlangsung pada Minggu (11/10) malam di Aula Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut, Manggala Pasikian Yowana MDA Kota Denpasar periode 2021-2026, Anak Agung Made Angga Hartayana menyampaikan beberapa petuah untuk kepengurusan baru nantinya. Terutama terkait tantangan mempertahankan apa yang telah dilahirkan atau dirancang sebelumnya.
Salah satunya Kasanga Festival (Kasanga Fest) yang menjadi kegiatan begitu semarak setiap tahunnya. Kegiatan serupa mulai diadopsi oleh daerah lainnya, bahkan di luar Bali. Untuk itu Yowana Denpasar saat ini tengah berproses mendaftar hak cipta atas Kesanga Fest.
“Kepengurusan baru akan menghadapi tantangan berat nantinya. Kami bisa merancang, namun melanjutkan sulit sekali. Jangan sampai temen-temen yang menduplikasi gradenya lebih tinggi. Itu tantangan kepengurusan berikutnya,” ujat Agung Angga panggilan akrabnya.
Untuk itu pihaknya melakukan pendaftaran hak cipta Kasanga Fest yang menjadi tontonan menarik setiap tahunnya dengan beragam karya ogoh-ogoh. Ia berharap proses hak cipta Kasanga Fest bisa selesai dan diluncurkan pada 2027 nanti.
Disamping itu, Yowana Denpasar juga membuat website Kasanga Fest yang memuat beragam informasi terkait. Website inipun telah diluncurkan pada Minggu (11/10) disaksikan oleh perwakilan sekaa teruna se-Kota Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut Agung Angga juga menekankan kepengurusan nantinya bersinergi dengan pemerintah maupun desa adat untuk bersama-sama membawa nama Kota Denpasar.
Sementara itu, Petajuh MDA Kota Denpasar Anak Agung Ketut Oka Adnyana mengatakan, Yowana memiliki peranan penting dalam ruang lingkup desa adat. Menurutnya keberadaan Yowana sangat terdepan untuk membantu kegiatan di Kahyangan Tiga, baik piodalan hingga upacara lainnya seperti ngaben ataupun mamukur.
Pihaknya berharap kedepan Yowana bisa menjadi garda terdepan, bisa mempertahankan dan melestarikan tradisi di masing-masing desa adat. “Keberadaan Yowana bisa membantu menjaga kelestarian adat dan budaya kedepan. Apalagi pelaksanaan Kasanga Fest itu sangat luar biasa,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)










