Wakil Bupati Gianyar menerima kunker reses Komisi X DPR RI di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar. (BP/istimewa)

​GIANYAR, BALIPOST.com – Ketua Tim sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani mengatakan kunker reses ke Gianyar bertujuan untuk menyerap masukan, data faktual, serta memetakan kendala lapangan yang dihadapi daerah.

​”Hasil dari pertemuan ini selanjutnya akan menjadi bahan rujukan dalam proses pengambilan keputusan pada rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama pemerintah di masa sidang berikutnya,” ungkap Lalu Hadrian di Gianyar, Sabtu (10/10).

​Dalam rangka penguatan fungsi pengawasan, lanjutnya, Komisi X DPR RI saat ini telah membentuk lima Panitia Kerja (Panja), yaitu Panja Pendidikan 3T dan Daerah Marjinal, Panja Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga (PTKL), Panja Pelestarian Cagar Budaya (PCB), Panja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), Panja Pelindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya (PPCB).

Baca juga:  Senderan SMPN 1 Bangli Ambrol, Disdikpora Upayakan Perbaikan Segera

​Lalu Hadrian berharap Pemkab Gianyar dan seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan data serta masukan komprehensif agar dapat diperjuangkan dalam perumusan kebijakan maupun alokasi anggaran bersama pemerintah pusat.

Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, menilai kunker reses ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. ​Wabup Agung menyampaikan bahwa kehadiran jajaran Komisi X DPR RI menjadi ruang penting untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca juga:  Dampak E-Money, DPR Khawatir Nasib SDM Penjaga Tol

​“Kehadiran Komisi X DPR RI di Kabupaten Gianyar kami maknai bukan hanya sebagai kunjungan kerja biasa, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat,” ujar Agung Mayun.

Ia mengatakan pemkab berkomitmen untuk terus mendorong sektor pendidikan, kebudayaan, pariwisata, serta ekonomi kreatif sebagai fondasi utama peningkatan kesejahteraan warga. Potensi seni, tradisi, dan kreativitas lokal yang melimpah dinilai perlu terus dikembangkan agar memberikan nilai tambah konkret bagi pembangunan daerah.

Baca juga:  DPR Waswas Jutaan Warga Tak Bisa Memilih

​Pengembangan sektor-sektor ini memerlukan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, kreatif, dan mencintai budaya lokal. Pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata diharapkan dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi UMKM, seniman, generasi muda, dan masyarakat desa.

​“Pemerintah Kabupaten Gianyar terus berupaya membangun kebijakan yang mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, peningkatan SDM, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN