Pengendara melintas di kawasan Heritage, Jl. Gajah Mada, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mengatasi kemacetan menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) dalam penataan pusat kota. Terutama Kawasan Heritage Jalan Gajah Mada yang ditekankan untuk menjaga nilai budaya. Untuk itu, ada kemungkinan kendaraan besar, seperti bus dan truk, akan dibatasi masuk di jalur tersebut.

Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa, Kamis (8/10) mengatakan, penataan kawasan heritage harus mampu menjaga nilai budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Karena itu, pengaturan sirkulasi kendaraan menjadi salah satu elemen penting yang akan dibahas.

Menurut dia, keberadaan bus besar dan truk yang saat ini masih dapat melintas di kawasan Jalan Gajah Mada berpotensi memperparah kepadatan lalu lintas. Karena itu, pembatasan kendaraan besar akan menjadi salah satu opsi yang dikaji.

Baca juga:  Kawasan TWA Gunung Batur Bukit Payang Kembali Terbakar

Khusus kawasan Jalan Gajah Mada, Pemkot Denpasar akan menggelar rapat lintas instansi. Rapat melibatkan Perumda Parkir, Perumda Pasar, dan Dinas Perhubungan.

Pembahasan tidak hanya menyangkut lalu lintas, tetapi juga penataan kawasan Heritage Gajah Mada sebagai kawasan ekonomi kreatif. “Apakah nanti dalam rapat akan kita kaji mobil-mobil besar mungkin kita batasi untuk tidak bisa masuk ke kawasan heritage itu,” katanya.

Arya Wibawa mencontohkan penerapan pembatasan kendaraan besar di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Menurutnya, pola serupa dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penataan kawasan Heritage Gajah Mada.

Baca juga:  Jokowi Bersama Cucu Berwisata ke Kawasan Solo Safari

Dia menilai kondisi jalur Gajah Mada saat ini perlu mendapat perhatian karena kendaraan besar, termasuk truk dan bus, masih dapat masuk ke kawasan tersebut. Selain berpengaruh terhadap kelancaran arus, kendaraan besar juga dinilai tidak sejalan dengan konsep kawasan heritage yang tengah disiapkan menjadi ruang ekonomi kreatif dan wisata.

“Sekarang kondisi kita di Denpasar, Gajah Mada kalau tidak salah truk masuk, kemudian bus-bus besar juga bisa masuk ke sana. Itu juga akan membawa kemacetan,” tegasnya.

Selain rekayasa lalu lintas, Pemkot Denpasar juga menyiapkan kajian menyeluruh mengenai pengembangan kawasan Heritage Gajah Mada. Dinas Pariwisata akan membentuk tim pengkaji yang melibatkan akademisi, seniman, dan sejumlah unsur terkait.

Baca juga:  Bupati Badung Dampingi Gubernur Bali, Sidak Pembangunan di Kawasan Pantai Berawa

Kajian tersebut diharapkan tidak berhenti pada penataan fisik kawasan. Pemkot ingin setelah penataan selesai, aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan heritage juga langsung bergerak, tanpa menghilangkan karakter budaya yang menjadi identitas kawasan.

“Dari sisi ekonomi bisa kita tingkatkan, dari sisi budaya juga bisa kita pertahankan ke-heritage-annya, kemudian dampak ke pariwisatanya juga bisa ditingkatkan,” kata Arya Wibawa.

Dengan demikian, penataan Heritage Gajah Mada nantinya tidak sekadar mempercantik kawasan, tetapi juga dibarengi pengaturan lalu lintas dan pembentukan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terarah. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN