
GIANYAR, BALIPOST.com – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gianyar, Rabu (7/10). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung pelaksanaan layanan kesehatan primer masyarakat, mulai dari Posyandu Banjar Jukut Paku, Desa Singakerta, hingga UPTD Puskesmas Ubud II.
Kedatangan rombongan Wamenkes diterima langsung oleh Asisten Administrasi Umum Setda Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia, bersama jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemkab Gianyar.
Mewakili Bupati Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia menyampaikan bahwa kehadiran Wamenkes memberikan motivasi moral yang besar bagi para tenaga kesehatan dan kader posyandu di Gianyar.
Ia menegaskan, sektor kesehatan merupakan pilar utama pembangunan daerah yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. “Penanganan isu strategis seperti penurunan stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta eliminasi TB tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis penguatan Layanan Primer di Posyandu dan Puskesmas,” ujar Pasek Lanang Sadia.
Ia pun berharap arahan dari Kemenkes dapat makin menyempurnakan tata kelola pelayanan kesehatan daerah demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, memaparkan capaian positif sektor kesehatan daerahnya. Prevalensi stunting di Kabupaten Gianyar tercatat terus menurun hingga menyentuh angka 3,8 persen pada tahun 2025.
“Kami memperkuat layanan ibu dan anak serta percepatan eliminasi TB melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), pemeriksaan USG oleh dokter Puskesmas, hingga tracing TB yang terintegrasi dengan CKG,” ungkap Ariyuni.
Atas capaian tersebut, Wamenkes dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi tata kelola dan strategi promotif-preventif yang diterapkan Pemkab Gianyar. Ia menilai Bali, khususnya Gianyar, berhasil menjaga prevalensi stunting tetap rendah serta menekan angka kematian ibu dan anak.
Melihat skema kerja yang tertata rapi, Wamenkes memproyeksikan Kabupaten Gianyar sebagai daerah percontohan nasional dalam penanggulangan penyakit menular. “Cara kerja yang sudah sangat baik di Kabupaten Gianyar ini akan kami dorong dan proyeksikan menjadi kabupaten pertama yang bebas TB,” tegas dr. Benjamin.(Wirnaya/balipost)










