
DENPASAR, BALIPOST.com – Pendapatan Daerah Kota Denpasar dirancang sebesar Rp2,89 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Fraksi Golkar DPRD Kota Denpasar mengusulkan penambahan belanja modal tanah pada APBD Perubahan 2027 mengingat banyaknya permintaan penambahan SMP Negeri baru.
Hal tersebut terungkap pada Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan III DPRD Kota Denpasar, Jumat (2/10). Pada Pandangan Umum dan Pendapat Akhir Fraksi Partai Golkar yang dibacakan oleh I Watan Suwirya, menyebutkan, belanja modal tanah pada ABPD 2027 hanya sebesar Rp125 juta. Pihaknya mengusulkan penambahan modal tanah pada APBD Perubahan 2027 mengingat banyaknya aspirasi masyarakat yang meminta penambahan SMPN baru.
“Fraksi Golkar mengusulkan penambahan belanja modal tanah untuk peruntukan lahan SMPN baru di rancangan APBN Perubahan 2027. Karena belanja modal tanah yang dianggarkan di APBD Tahun 2027 hanya sebesar Rp125 juta,” katanya.
Dalam APBD 2027, Pendapatan Daerah Kota Denpasar dirancang Rp2,89 triliun turun 5,27 persen atau sekitar Rp160,8 miliar dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 yang tercatat sebesar Rp3,055 triliun. Penurunan Pendapatan Daerah diakibatkan adanya pemangkasan pendapatan transfer dari pemerintah pusat.
Pada 2027 dana transfer pusat dianggarkan Rp629 miliar atau dipangkas Rp300,2 miliar atau 32,3 persen dari besaran transfer pada 2026 yakni Rp929,2 miliar.
Dalam upaya mengantisipasi pemangkasan anggaran transfer dari pemerintah pusat pada tahun-tahun mendatang, DPRD dan Pemkot Denpasar sepakat untuk menggiatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar yang bersumber dari potensi pajak daerah.
Penerimaan Pajak Daerah di Tahun Anggaran 2027 ditarget sebesar Rp1,85 triliun atau naik 5,7 persen dari yang ditargetkan di APBD Tahun 2026 dengan kenaikan sebesar Rp100 miliar.
Target ini ditambah kenaikan dari Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan dan Lain-lain PAD yang sah, maka PAD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2027 diproyeksikan sebesar Rp2,156 triliun lebih, bertumbuh Rp120,6 miliar lebih dari target di tahun 2026 sebesar Rp2,035 triliun lebih.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa usai rapat mengatakan, pengusulan penambahan SMPN baru tidak hanya diusulkan oleh Fraksi Golkar, melainkan hampir semua fraksi. “Dalam visi misi kami sebelumnya akan menambah 3 SMPN baru dan hingga saat ini sudah mencapai pembangunan 4 SMPN baru,” katanya.
Berkaitan dengan usulan penambahan SMPN baru ini, pihaknya akan mempelajari. Hal tersebut dikarenakan harus disesuaikan dengan kebutuhan SMPN di masing-masing wilayah. “Sebenarnya ada pola membeli lahan, namun belum tentu tepat, lahan yang tersedia misalnya di titik A namun kebutuhan di titik B. Ini yang perlu kita selaraskan ke depan,” terangnya. (Widiastuti/balipost)










