Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan CSR dari The St. Regis Bali Resort Nusa Dua Group kepada sejumlah kelompok seni, masyarakat, dan pengempon pura di Bali, di Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (1/10). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menyerahkan secara simbolis bantuan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari The St. Regis Bali Resort Nusa Dua Group kepada sejumlah kelompok seni, masyarakat, dan pengempon pura di Bali. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung pelestarian adat, seni tradisi, dan budaya Bali.

Penyerahan bantuan berlangsung di Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (1/10). Sejumlah penerima bantuan berasal dari Kabupaten Buleleng, meliputi kelompok seni, organisasi masyarakat, hingga pengempon pura.

Penerima bantuan di antaranya Br. Adat Bukit Seni, Desa Sembiran; Sekehe Angklung Genta Kencana, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu; serta Sekaa Baris Buleleng, Desa Adat Pacung, Kecamatan Tejakula.

Bantuan juga diberikan kepada Sekaa Teruna Semeton Dukuh Kauh, Desa Sembiran; kelompok pengadaan seragam Karang Wreda Samirana Santhi, Desa Sembiran; serta Sekaa Gambuh Desa Adat Pacung, Buleleng.

Baca juga:  Blangko Habis, Disdukcapil Klungkung Tak Bisa Cetak E-KTP

Selain itu, bantuan disalurkan kepada Pengempon Pura Merajan Bengkel Buleleng Bendesa Mas, Desa Bengkel. Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan adat, seni tradisi, serta kebutuhan pelestarian budaya di masing-masing wilayah.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada St. Regis atas dukungan yang diberikan kepada kelompok seni dan masyarakat adat di Bali. Menurutnya, bantuan CSR tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus kepercayaan terhadap upaya menjaga keberlangsungan kebudayaan Bali.

“Terima kasih atas CSR dari St Regis untuk melestarikan budaya Bali dan seni tradisi. Gunakan dengan baik dan bertanggung jawab,” ujar Koster.

Gubernur Koster meminta seluruh penerima memanfaatkan bantuan sesuai dengan peruntukannya. Ia menekankan agar dukungan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan kegiatan adat dan seni tradisi di masyarakat.

Baca juga:  Sidak, Denbar Temukan 630 Dutktang Belum Lapor Diri

Menurut Gubernur Koster, Bali memiliki kekayaan adat dan budaya yang unik sehingga pelestariannya membutuhkan keterlibatan bersama. Tradisi dan kebudayaan Bali, kata dia, harus tetap dijaga agar terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

“Bali hanya punya adat dan seni budaya yang unik. Kita harus melestarikan semuanya,” kata Koster.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada St. Regis atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah daerah. Dukungan dunia usaha, menurutnya, turut membantu memperkuat keberadaan kelompok seni tradisi dan komunitas adat di Bali.

Direktur Marketing dan Komunikasi St. Regis, Clarissa Claudia, mengatakan pemberian CSR tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Bali.

Menurut Clarissa, St. Regis berupaya memberikan dukungan terhadap keberlangsungan berbagai seni tradisi yang berkembang di Bali. Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi perusahaan kepada masyarakat dan kebudayaan lokal.

Baca juga:  Ajukan Pinjaman PEN Triliunan Rupiah, Gubernur Koster Ngaku Tanggung Jawab Sekala Niskala

Clarissa mengatakan program CSR tersebut juga sejalan dengan program dan kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Bali.

Bantuan CSR yang disalurkan memiliki nilai yang berbeda sesuai kebutuhan dan peruntukan masing-masing penerima, yakni berkisar Rp50 juta hingga Rp350 juta. Seluruh bantuan diarahkan untuk mendukung kegiatan yang berkaitan dengan adat, seni, dan pelestarian budaya.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi Bali. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat aktivitas pelestarian budaya, khususnya di tingkat desa adat dan komunitas seni di Bali. (kmb/balipost)

BAGIKAN