Distribusi air bersih di Desa Antosari, Selemadeg Barat.(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com — Kemarau panjang mulai berdampak pada layanan air bersih khususnya di Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan. Dari tujuh banjar yang ada di wilayah desa tersebut, tiga banjar terutama wilayah dataran tinggi, yakni Banjar Gulingan, Umaseka dan Petiles, mengalami gangguan pasokan air PDAM, sehingga sekitar 200 kepala keluarga (KK) terdampak.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, pihak pemerintah desa juga telah berkordinasi dengan PDAM untuk mendapatkan layanan air bersih dalam tangki. Dalam pendistribusian air bersih pada warga yang terdampak kemarau, PDAM juga mendapat dukungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memasok air, agar pelayanan bisa maksimal.

Perbekel Antosari, I Wayan Agus Suriawan, mengatakan gangguan pasokan air mulai dirasakan warga sejak sekitar sebulan terakhir. Kondisi tersebut semakin terasa di kawasan yang berada pada ketinggian karena tekanan air PDAM tidak mampu menjangkau wilayah tersebut secara optimal.

Baca juga:  Dua Terdakwa Kasus PDAM Dituntut 17 Bulan

“Sudah sekitar sebulan air mulai tersendat. Khusus wilayah yang berada di dataran tinggi, karena itu kami meminta bantuan air tangki untuk memenuhi kebutuhan warga, rata-rata dalam seminggu 2-3 kali layanan air bersih terus dilakukan oleh PDAM dan BPBD di desa kami,” ujarnya, Rabu (30/9).

Menurut Agus, sumber air yang dimanfaatkan untuk menyuplai wilayah Banjar Gulingan berbeda dengan sumber air di Yeh Mekori. Pasokan tersebut salah satunya mengandalkan sumber air dari Sungai Yeh Otan.

Meski ada aliran sungai namun kondisi airnya saat ini juga relatif kecil. Namun, tidak semua wilayah dapat memanfaatkan sumber tersebut, terutama Banjar Petiles yang lebih bergantung pada jaringan PDAM.

“Kalau musim kemarau seperti sekarang, memang jadwal pelayanan (distribusi) air ke pelanggan dilakukan bergiliran. Hampir setiap hari ada wilayah yang airnya mati, namun ada juga yang dialirkan ke wilayah lain sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Baca juga:  Koster-Giri dan Mulia-PAS Deklarasi Kampanye Damai

Pola distribusi tersebut juga menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Ketika terdapat kegiatan atau upacara adat yang membutuhkan pasokan air lebih banyak, pelayanan dapat disesuaikan agar kebutuhan warga tetap terpenuhi.

Untuk mengantisipasi persoalan yang terus berulang setiap musim kemarau, pemerintah juga telah menyiapkan langkah jangka panjang. Salah satunya dengan rencana pembangunan sumur bor di wilayah Tiying Gading untuk menambah suplai air ke kawasan selatan.

“Kami berharap dengan adanya tambahan sumber air melalui sumur bor, nantinya suplai ke wilayah selatan bisa lebih kuat sehingga persoalan kekurangan air saat musim kemarau dapat dikurangi,” pungkas Agus.

Baca juga:  Cek Prakiraan Cuaca Bali Pada 15 Agustus 2026

Terpisah Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika mengatakan untuk bantuan distribusi air BPBD membantu membackup PDAM Tabanan dimana untuk distribusi dilakukan tidak hanya di wilayah Selemadeg Barat saja melainkan juga di Selemadeg Timur seperti di Banjar Dukuh Pulu Kaja, dan Bantas. “Ada juga di Banjar Serampingan, Selemadeg,” ucapnya.

Sebelumnya Kasubag Humas dan Langganan Perumda Tirta Amertha Buana, Putu Wahyu Untung Suardana, mengatakan distribusi air menggunakan armada tangki merupakan bagian dari komitmen pelayanan PDAM selama musim kemarau. Langkah tersebut terutama dilakukan untuk wilayah yang mengalami gangguan cukup lama atau masuk kategori kritis.

“Sebagai bentuk komitmen dalam pemenuhan pelayanan di musim kemarau, kami menyiapkan pelayanan air tangki. Ini untuk memastikan pelayanan tetap berjalan sesuai komitmen kami,” ujarnya.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN