Ilustrasi. (BP/dok)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Warga Dusun Bantas, Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Karangasem, masih menghadapi krisis air bersih di tengah puncak musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, warga membeli air bersih lewat mobil tanki.

Perbekel Baturinggit, I Gede Putu Telantik, mengungkapkan Dusun Bantas merupakan wilayah yang paling parah terdampak kekurangan air dibandingkan dua dusun lainnya, yakni Baturinggit Kaja dan Baturinggit Kelod.

Dusun Bantas dihuni sekitar 780 kepala keluarga (KK) dari total warga 1.600 KK di Desa Baturinggit.  “Untuk di Dusun Bantas ada 780 KK. Kalau Baturinggit Kaja dan Kelod masih tergolong aman, yang paling parah memang di Bantas,” ucapnya, Kamis (22/10).

Baca juga:  Tambahan Kematian Dilaporkan Bali Masih Tinggi, Hari Ini Lampaui 55 Orang

Telantik mengatakan, kelangkaan BBM beberapa waktu lalu berdampak langsung terhadap pelayanan distribusi air bersih. Para pemasok air kesulitan mendapatkan BBM untuk operasional kendaraan maupun mengambil air dari sumur.

Kondisi tersebut membuat warga semakin kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. “Kemarin masyarakat benar-benar kesulitan. Pemasok air juga terdampak karena harus antre BBM, sementara biaya mengambil dan mengirim air ikut meningkat. Untuk harga air berkapasitas 5.000 liter yang biasanya Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per tangki sempat melonjak hingga Rp 500.000. Untuk saat ini harga air tangki pun berangsur turun dan tidak lagi mengalami lonjakan seperti saat pasokan BBM terganggu,” katanya.

Baca juga:  Polda Bali Amankan Puluhan Penginapan Delegasi WWF ke-10

Sementara itu, Camat Kubu, I Gede Sukanta Winaya, mengatakan kesulitan air bersih merupakan masalah klasik yang berulang setiap tahun. Bahkan, sejumlah wilayah di Kubu sudah mengalami kekurangan air sebelum musim kemarau tiba.

“Memang dari sebelum kemarau warga sudah mengalami kesulitan air. Sekarang kondisi semakin panas dan berkepanjangan, ditambah kelangkaan BBM beberapa hari lalu, sehingga kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi,” ujar Sukanta. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Dibandingkan Semester I 2020, Okupansi di Nusa Dua Naik Hampir 3 Kali Lipat
BAGIKAN