Petani memeriksa saluran irigasi lahan pertanian di Subak Sembung, Denpasar. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menghadapi musim kemarau panjang debit air mengecil. Kondisi tersebut mempengaruhi kondisi petanian, terlebih untuk tanaman padi. Di Denpasar sendiri, sekitar 35 hektare lahan menunda penanaman sejak Agustus lalu.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gusti Agung Angreni Suwari saat diwawancarai, Jumat (25/9) mengatakan, penanaman padi yang seharusnya dilakukan Agustus lalu diundur. Penanaman akan dilakukan kembali pada bulan November hingga Desember nanti.

Selain karena debit air kecil, keputusan menunda tanam padi ini dilakukan juga karena adanya kerusakan jaringan irigasi di beberapa titik. “Jadi yang seharusnya tanam Agustus menjadi tanam pada Bulan November sampai dengan Desember nanti,” jelasnya.

Baca juga:  BPBD Bali Antisipasi Kekeringan Akibat Musim Kemarau

Adapun penundaan penanaman padi tersebut terjadi di Subak Sembung, Denpasar Utara seluas 10 hektare, Subak Sidakarya, Denpasar Selatan seluas 15 hektare dan Subak Pakel II, Denpasar Utara seluas 10 hektare. Pada tahun ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar menargetkan luas tanam padi mencapai 2.987 hektare.

Hingga Juli realisasi tanam mencapai 1.164 hektare. Pada Agustus target luas tanam padi pada 217 hektare, kemudian September target luas lahan tanam mencapai 138 hektare, Oktober 62 hektare, November 269 hektare dan Desember 550,30 hektare. “Penaman padi akan digenjot pada bulan-bulan tanam,” katanya.

Baca juga:  Tepergok Satroni Gudang, Residivis Dihajar Massa

Di sisi lain terkait produksi atau panen, hingga Juli telah melakukan panen 1.3784,94 hektare dengan produksi mencapai 10.473,28 ton. Panen raya terjadi pada Maret lalu dengan luas lahan panen 666,09 hektare. Adapun produksi padi yang tercatat pada Maret tersebut mencapai 5.183,80 ton.

Kemudian pada Bulan April, panen masih nampak tinggi yakni menyasar 264,60 hektare dengan produksi 2.040,86 hektare. Selanjutnya Mei panen seluas 174,25 hektar dengan produksi 1.246,21 ton. Juni panen menyasar 190 hektare dengan produksi 1.413,34 ton.

Baca juga:  Terkait Penetapan Tersangka Ekstradisi, Warga Lebanon Praperadilankan Polda Bali

Sementara itu pada Januari lalu luas panen kecil mencapai 54 hektare dengan produksi 376,79 ton dan Februari luas panen mencapai 30 ton dengan produksi 212,28 ton. Anggreni mengatakan, produktivitas padi di Denpasar cukup bagus yang secara keseluruhan tercatat sebesar 75,95 kwintal per hektare. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN