
SINGASANA, BALIPOST.com – Kemarau panjang mulai mengganggu kelancaran distribusi air bersih di sejumlah wilayah Tabanan. Perumda Tirta Amertha Buana (PDAM) Tabanan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan pun turun tangan dengan mendistribusikan air bersih ke tiga titik di Kecamatan Selemadeg Barat (Selbar), Jumat (25/9).
Kasubag Humas dan Langganan Perumda Tirta Amertha Buana, Putu Wahyu Untung Suardana, mengatakan distribusi air menggunakan armada tangki merupakan bagian dari komitmen pelayanan PDAM selama musim kemarau.
Langkah tersebut terutama dilakukan untuk wilayah yang mengalami gangguan cukup lama atau masuk kategori kritis. “Sebagai bentuk komitmen dalam pemenuhan pelayanan di musim kemarau, kami menyiapkan pelayanan air tangki. Ini untuk memastikan pelayanan tetap berjalan sesuai komitmen kami,” ujarnya.
Menurut Wahyu, pelayanan dengan armada tangki menjadi salah satu alternatif ketika gangguan aliran sudah berlangsung sangat lama. Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di tiga titik di wilayah Selemadeg Barat, lanjut Wahyu, diturunkan sebanyak dua armada tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Pelayanan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WITA.
Tiga titik yang menjadi sasaran distribusi, yakni Banjar Dinas Uma Seke, Desa Antosari, serta Banjar Anyar dan Banjar Dinas Petiles, Desa Tiying Gading, Kecamatan Selemadeg Barat. “Memang ada permohonan untuk pemenuhan air bersih di Selemadeg Barat. Kami sudah menyiapkan tangki untuk pelayanan di daerah yang terdampak kemarau,” ujarnya.
Menurut Wahyu, kemarau berkepanjangan berdampak pada penurunan debit sejumlah sumber air. Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap kelancaran distribusi kepada pelanggan, terutama di wilayah yang berada di ujung jaringan. Untuk mempercepat pelayanan, PDAM mengerahkan dua armada tangki.
Satu armada mendapat dukungan dari BPBD Tabanan. Penambahan armada ini dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah pelanggan, jarak wilayah pelayanan, serta efisiensi waktu pendistribusian. “Dengan jumlah pelanggan yang banyak dan jarak yang cukup jauh, kami mengirim dua tangki. Salah satunya diback-up BPBD agar pelayanan bisa tersebar secara masif, terutama pada jam-jam ketika pelanggan membutuhkan air,” katanya.
Wahyu menegaskan, PDAM tetap berupaya memberikan pelayanan kepada pelanggan yang terdampak penurunan debit air. Masyarakat yang mengalami gangguan pelayanan diminta menyampaikan informasi sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan. “Kami mengimbau masyarakat yang membutuhkan pelayanan agar segera menyampaikan kepada kami. Kami siap melayani daerah yang terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, mengatakan keterlibatan BPBD merupakan bentuk dukungan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kemarau. “BPBD sifatnya hanya back-up, membantu pendistribusian air bersih ke tempat-tempat pelayanan yang terdampak kemarau,” jelasnya.
Melalui koordinasi antara BPBD dan PDAM, pendistribusian kemudian diperkuat dengan tambahan armada. Bantuan tersebut telah dilakukan sejak sekitar dua hari terakhir. Menurutnya, penanganan tidak hanya menyasar pelanggan rumah tangga.
BPBD juga menerima permintaan bantuan dari fasilitas pelayanan publik yang mengalami kendala ketersediaan air. Salah satunya RSUD Tabanan. Rumah sakit tersebut mengalami kerusakan pada pompa air sehingga membutuhkan pasokan air sementara. “Untuk RS Tabanan, pompanya rusak. Kami diminta membantu pemenuhan air sementara menunggu teknisi datang,” ujarnya. (Puspawati/balipost)









