Direktur Perumda Air Minum Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kemarau panjang mulai menekan ketersediaan air baku di Kabupaten Badung. Penurunan debit mata air dan sungai membuat Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama kelimpungan untuk menjaga pasokan air minum di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pesatnya perkembangan pariwisata.

Terlebih, memenuhi kebutuhan masyarakat di Badung Selatan yang kerap tak kebagian air bersih sehingga harus membeli air dari mobil tangki. Kondisi tersebut terungkap dalam kegiatan sarasehan yang berlangsung di Kantor Perumdam Tirta Mangutama, Kapal, Mengwi, Rabu (21/10).

Baca juga:  SIM Keliling di Bali 6 Mei 2026, Cek Lokasinya

Direktur Perumdam Tirta Mangutama Badung, I Wayan Suyasa mengakui kemarau panjang berdampak langsung terhadap penurunan debit sejumlah sumber air. Situasi ini menuntut perusahaan untuk mengoptimalkan pengelolaan air baku agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Selain faktor cuaca, kondisi lingkungan di wilayah hulu juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan air. Kerusakan kawasan hulu berpotensi mengganggu pasokan air yang mengalir ke wilayah hilir.

“Ketersediaan air sungai juga sangat dipengaruhi kondisi lingkungan di wilayah hulu. Kerusakan kawasan hulu dapat mengganggu pasokan air di hilir sehingga kelestarian lingkungan perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan sumber daya air,” terangnya.

Baca juga:  IHSG Menguat 94,79 Poin, Ini Pemicunya

Menghadapi tantangan tersebut, Perumdam Tirta Mangutama berupaya mengoptimalkan sumber air yang masih tersedia. Langkah ini dilakukan agar instalasi pengolahan air tetap beroperasi dengan baik meskipun debit air mengalami penurunan.

Perusahaan daerah tersebut juga menjajaki potensi sumber air baru untuk memperkuat ketersediaan air baku dalam jangka panjang. Upaya ini dinilai penting seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas ekonomi di Kabupaten Badung. “Langkah ini diperlukan seiring pertumbuhan penduduk dan pesatnya perkembangan pariwisata di Kabupaten Badung, terutama wilayah Badung Selatan, yang turut meningkatkan kebutuhan air minum,” ucapnya.

Baca juga:  Janda I Gusti Ngurah Rai akan Dimakamkan 28 Desember

Wilayah Badung Selatan menjadi salah satu kawasan yang menghadapi peningkatan kebutuhan air seiring perkembangan sektor pariwisata dan bertambahnya aktivitas masyarakat. Kondisi ini membuat pengelolaan sumber daya air menjadi semakin penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan rumah tangga, kegiatan usaha, dan pelayanan publik. (Parwata/balipost)

BAGIKAN