
DENPASAR, BALIPOST.com – Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan hutan mangrove Tahura Ngurah Rai terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, aparat, kelompok masyarakat, dan warga. Pemerintah Desa Sanur Kauh bersama sejumlah pihak menggelar gotong royong membersihkan sampah di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai, tepatnya di sebelah selatan Embung Sanur, Jumat (25/9).
Kepala Desa Sanur Kauh, I Made Ada, S.Sos., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan, khususnya kawasan mangrove yang masih ditemukan sampah akibat pembuangan secara sembarangan.
Gotong royong melibatkan Pemerintah Desa Sanur Kauh, Dinas Koperasi Kota Denpasar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Denpasar, UPTD Tahura Ngurah Rai, BPD Sanur Kauh, LKD Desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Sanur Kauh, Depo Palasari, TPS 3R Sekar Tanjung, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), serta Kompleksdam IX Udayana dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta bersama-sama membersihkan sampah yang ditemukan di sekitar kawasan. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan armada kebersihan milik Desa Sanur Kauh dan DLH Kota Denpasar.
Sebanyak empat truk sampah berhasil diangkut dari kawasan tersebut. Pengangkutan ini menjadi bagian penting dalam upaya membersihkan lingkungan sekaligus mengurangi potensi pencemaran di kawasan hutan mangrove Tahura Ngurah Rai.
Selain kegiatan bersih-bersih, keterlibatan MMP dan masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap kawasan Tahura Ngurah Rai. Masyarakat tidak hanya didorong untuk menjaga kebersihan, tetapi juga berperan aktif melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran maupun kegiatan ilegal di dalam kawasan.
Pengaduan dapat disampaikan melalui kanal resmi Tahura Ngurah Rai, antara lain akun Instagram @tahurangurahrai.official maupun kanal pengaduan melalui QR Code PESONA Tahura Ngurah Rai.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena keberadaan kawasan mangrove tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga keberlanjutan ekosistem. Karena itu, upaya menjaga kawasan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan pembersihan secara berkala, namun juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Kegiatan gotong royong ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengelolaan kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, pengelola kawasan, aparat, kelompok masyarakat, dan warga memiliki peran dalam menjaga kawasan Tahura Ngurah Rai tetap bersih dan lestari.
Masyarakat juga diimbau untuk membuang dan memilah sampah pada tempatnya, menjaga kelestarian mangrove, serta turut bergotong royong menjaga lingkungan di sekitar kawasan. Dengan keterlibatan bersama, kebersihan kawasan mangrove diharapkan dapat dipertahankan untuk mendukung kelestarian lingkungan dan kenyamanan masyarakat. (Ketut Winata/balipost)










