Salah seorang warga membeli kebutuhan hariannya di Unit Pasar Kuta II, Badung. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Badung mulai bergerak naik. Untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi, Pemerintah Kabupaten Badung menggelar operasi pasar di sejumlah titik wilayah.

Berdasarkan data yang diperoleh Rabu (22/9), cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan harga paling tinggi. Harganya bergerak dari Rp60.500 menjadi Rp60.833 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada cabai besar yang naik dari Rp30.833 menjadi Rp31.333 per kilogram. Untuk komoditas protein, harga daging babi meningkat dari Rp78.833 menjadi Rp80.500 per kilogram. Sedangkan telur ayam ras naik tipis dari Rp26.583 menjadi Rp26.750 per kilogram.

Baca juga:  Target Anak Muda, All New Vario 125 dan 150 Dihadirkan

Harga beras premium turut mengalami penyesuaian, dari Rp15.933 menjadi Rp15.967 per kilogram. Sementara minyak goreng naik dari Rp20.500 menjadi Rp20.833 per liter.

Di tengah kenaikan sejumlah bahan pangan tersebut, harga daging ayam ras justru turun. Komoditas ini bergerak dari Rp47.167 menjadi Rp47.000 per kilogram.

Intervensi tersebut dilakukan setelah pemerintah mencatat kenaikan pada mayoritas komoditas pangan utama. Operasi pasar sebelumnya digelar di sebelah Barat Bale Banjar Campuan Asri Kauh, Perumahan Dalung Permai, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara. Kegiatan kembali dijadwalkan pada Kamis (24/9) di Lapangan Umum Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Baca juga:  Libur Nataru, Hunian Hotel di Bali Alami Lonjakan

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DiskopUKMP) Kabupaten Badung, Anak Agung Sagung Rosyawati, mengatakan operasi pasar murah menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

Melalui operasi pasar, Pemkab Badung mendistribusikan komoditas pangan mendasar dengan harga yang disubsidi atau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Kebijakan tersebut sekaligus diharapkan dapat memangkas rantai distribusi yang panjang. “Operasi pasar sudah dilakukan untuk meredam gejolak harga. Mudah-mudahan dengan operasi pasar lonjakan harga dapat dikendalikan,” jelasnya.

Operasi pasar murah ditargetkan berlangsung secara berkala di sejumlah titik kecamatan di Badung. Pemerintah akan memantau perkembangan harga sebelum menentukan langkah intervensi berikutnya. “Selain mengendalikan harga pangan, kami juga mengantisipasi kebutuhan LPG 3 kilogram. Bersama PT Pertamina Patra Niaga, menambah pasokan melalui skema extra dropping di sejumlah wilayah,” jelasnya.

Baca juga:  Operasi Pasar Beras Dilakukan Hingga Akhir 2025

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga distribusi LPG bersubsidi tetap lancar.

Salah satu penyaluran tambahan berlangsung di SPBU 54.803.22 Dalung dan BUPPA Desa Dalung. Sebanyak 6.720 tabung LPG 3 kilogram digelontorkan dalam extra dropping tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Dengan operasi pasar dan tambahan pasokan LPG, kami berupaya menjaga ketersediaan kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan tekanan harga di tingkat masyarakat,” harapnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN