
DENPASAR, BALIPOST.com – Operasi pasar menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi. Dalam kegiatan ini, Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar menyasar dua pasar terbesar yakni Pasar Badung dan Pasar Kereneng.
Pemantauan harga juga dilakukan setiap hari dengan melibatkan sejumlah pedagang sebagai sampel.
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, Jumat (6/11), mengatakan, pemilihan Pasar Badung dan Pasar Kereneng didasarkan pada besarnya aktivitas perdagangan di kedua pasar tersebut. Masing-masing pasar melibatkan 10 pedagang sebagai sampel dalam pemantauan harga.
Melalui kegiatan ini, pihaknya melakukan kontrol terhadap harga berbagai komoditas yang dijual pedagang. Selain pemantauan, intervensi juga dilakukan melalui pemberian subsidi terhadap sejumlah produk yang dijual. “Dari 10 pedagang di Pasar Badung dan 10 pedagang di Pasar Kereneng yang kami jadikan sampel, harapannya harga produk yang mereka jual bisa berpengaruh terhadap pedagang lainnya dalam penerapan harga,” ujarnya.
Suadi Putra menjelaskan, komoditas yang menjadi sasaran operasi pasar mencakup hampir seluruh kebutuhan sehari-hari masyarakat. Di antaranya bawang merah, bawang putih, tomat, cabai merah besar, cabai keriting, cabai rawit hijau, telur, ayam, daging, beras, hingga mi instan.
Selain itu, komoditas lainnya seperti canang sari, gula pasir, tepung terigu, daging sapi, hingga ikan juga masuk dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, operasi pasar menjadi salah satu langkah untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok yang belakangan mengalami peningkatan cukup drastis, termasuk komoditas sayuran.
Terkait keberlanjutan kegiatan, Suadi Putra menegaskan, operasi pasar akan terus dilaksanakan secara rutin. Pelaksanaannya juga merupakan bagian dari koordinasi dengan Bank Indonesia (BI), Bagian Perekonomian, serta Asisten II Setda Kota Denpasar.
Bahkan, koordinasi antarlembaga tersebut dilakukan melalui grup khusus operasi pasar. Dengan demikian, kegiatan pemantauan dan intervensi harga di lapangan dapat dilaporkan kepada pimpinan lembaga, termasuk Wali Kota Denpasar.
Ia menambahkan, operasi pasar juga akan terus dilakukan menjelang hari raya maupun momentum tertentu termasuk akhir tahun yang berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok. “Jadwal kami sampai akhir tahun ini juga sudah penuh untuk kegiatan operasi pasar,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)










