Penanganan sampah kiriman oleh DLHK Badung. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Ancaman lonjakan sampah kiriman mulai diantisipasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung menjelang musim angin barat. Personel, armada, hingga alat berat disiapkan untuk mempercepat pembersihan sampah yang terdampar di sepanjang pesisir, terutama kawasan Kuta dan sekitarnya.

Kepala DLHK Badung, Ni Made Rai Warastuthi mengatakan, kesiapsiagaan tersebut dilakukan berdasarkan pengalaman penanganan sampah kiriman pada tahun-tahun sebelumnya. Memasuki musim angin barat, perubahan kondisi angin, gelombang dan arus laut berpotensi membawa lebih banyak sampah menuju pesisir Badung.

Baca juga:  Buleleng Festival 2025 Masih Didominasi Sampah Plastik

“Kami sudah menyiapkan personel, armada, alat berat dan sistem penanganan di lapangan. Koordinasi juga dilakukan dengan kecamatan, desa/kelurahan, pengelola kawasan pantai, TNI/Polri serta unsur terkait lainnya,” ujar, Rabu (23/9).

Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi salah satu kunci menghadapi sampah kiriman. DLHK Badung tidak ingin menunggu sampah menumpuk dalam jumlah besar sebelum melakukan pembersihan. Pemantauan dan penanganan akan dilakukan secara cepat menyesuaikan kondisi setiap pantai.

Monitoring harian juga ditingkatkan, khususnya saat terjadi peningkatan gelombang dan angin. Dengan pola tersebut, petugas dapat segera bergerak ketika volume sampah kiriman mulai meningkat.

Baca juga:  Tangani COVID-19, Pemkab Badung Tambah Ambulans

Langkah ini sekaligus untuk menjaga kawasan pesisir tetap bersih sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun kegiatan pariwisata di Badung. “Jadi ketika terjadi peningkatan kiriman, petugas dapat segera digeser ke titik-titik yang membutuhkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, kegiatan pembersihan pantai bukan hanya dilakukan ketika musim angin barat tiba. DLHK Badung tetap menjalankan pembersihan secara rutin sepanjang tahun. Namun, intensitas penanganan akan ditambah ketika memasuki periode yang memiliki potensi lebih besar terhadap masuknya sampah dari laut.

Baca juga:  Balawista Badung Jadi Sorotan, Bupati Temukan Sarpras Tak Layak di Pantai Pererenan

Rai Warastuthi menyebut kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di Kabupaten Badung. “Hal ini dilakukan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan serta pariwisata berkualitas di Kabupaten Badung,” katanya.

Dengan kesiapan personel, armada dan alat berat tersebut, Rai Warastuthi berharap sampah kiriman dapat ditangani lebih cepat sejak berada di pesisir. Pola respons cepat juga diharapkan mampu menjaga citra kawasan pantai Badung sebagai salah satu kawasan utama pariwisata Bali. (Parwata/balipost)

BAGIKAN