Alat berat yang digunakan untuk pengerjaan awal di areal ke kolam labuh PPN Pengambengan. Pengerjaan awal dimulai dengan pengerukan sedimentasi dan pendangkalan alur pelayaran nelayan.(BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) revitalisasi Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Pengambengan di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, mulai menunjukkan pergerakan fisik. Pihak pelaksana proyek sejak akhir pekan lalu telah menerjunkan armada alat berat ke lokasi untuk mengawali tahap pengerukan sedimentasi yang selama ini mengganggu aktivitas melaut para nelayan setempat.

Di kawasan kolam labuh PPN Pengambengan aktivitas menggunakan alat berat jenis eskavator didampingi sejumlah armada truk mulai dilakukan. Langkah awal ini difokuskan untuk mengatasi pendangkalan alur pelayaran yang sudah sekian lama dikeluhkan masyarakat pesisir.

Baca juga:  Antisipasi Banjir, Pemkab Berencana Tangani Sedimentasi Sungai Unda

Kepala TU PPN Pengambengan, Lukman Hadi, Selasa (15/9) mengatakan pengerjaan itu dilakukan awal menindaklanjuti keluhan nelayan lokal yang sejak awal merasa kesulitan ketika hendak bersandar dan melaut dari kolam labuh.

Selain itu, penanganan persoalan sedimentasi ini juga selaras dengan desakan kuat dari jajaran pemerintah daerah maupun tokoh masyarakat saat sosialisasi proyek.

Perbekel Pengambengan, Kamaruzzaman, menegaskan bahwa pengerukan mulut kolam labuh wajib mendahului pekerjaan konstruksi lainnya mengingat dampaknya yang langsung dirasakan nelayan setiap hari. Nelayan juga mengingatkan agar pelaksanaan proyek bernilai fantastis ini tetap mengedepankan komunikasi di lapangan, sehingga aktivitas ekonomi warga lokal tidak sampai terganggu.

Baca juga:  Dipenuhi Eceng Gondok, Alur Tukad Mati Kembali Dinormalisasi

Sebelumnya, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Hendrawan, mengingatkan konsorsium pelaksana agar bekerja secara profesional sesuai spesifikasi kontrak, menjaga kualitas mutu, serta tepat waktu mengingat proyek ini didanai melalui mekanisme pinjaman berbatas waktu.

Pengembangan PPN Pengambengan ini masuk dalam skema program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets Phase-1 (IFP-IFMP) dengan total nilai investasi mencapai Rp1,2 triliun yang bersumber dari bantuan Islamic Development Bank (IsDB). Penandatanganan kontrak pekerjaan fisik sebelumnya telah dirampungkan oleh konsorsium CRBC-NINDYA Joint Operation (JO) di Jakarta pada 7 Agustus lalu, sedangkan agenda peletakan batu pertama (groundbreaking) dijadwalkan berlangsung pada 29 September. (Surya Dharma/balipost)

Baca juga:  Tersangkut Korupsi, Ketua BUMDes Divonis 3,5 Tahun, Mantan Perbekel Kembalikan Uang
BAGIKAN