
DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait persoalan parkir kendaraan siswa yang sampai menggunakan badan jalan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara meminta sekolah untuk menyiapkan kantong-kantong parkir. Penataan parkir di Denpasar pun terus digenjot akibat banyaknya keluhan yang terjadi belakangan ini.
Menurut Jaya Negara, kendaraan tidak seharusnya menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir apabila masih memungkinkan disediakan ruang parkir di lingkungan sekolah. “Kalau untuk kantong parkir anak sekolah, kemarin kan ada viral. Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola, sekolah harus menyiapkan tempat parkir untuk anak, jangan di badan jalan,” kata Jaya Negara, Senin (14/9).
Ia mengakui, pada momen tertentu sekolah memang dapat mengalami kepadatan kendaraan. Terutama ketika ada kegiatan yang mengharuskan banyak siswa maupun pihak lain berkumpul dalam waktu bersamaan.
Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak menjadi alasan penggunaan badan jalan secara terus-menerus. “Kadang-kadang kita kan kesulitan juga, pas mungkin ada momen-momen tertentu, ada event kegiatan di sekolah mendadak harus semua kumpul, kayak kemarin terjadinya. Tapi itu kan tidak setiap hari,” ujarnya.
Jaya Negara mengatakan, Pemkot Denpasar telah melakukan pendekatan melalui sejumlah perangkat daerah untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Satpol PP dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar telah diminta berkoordinasi dengan sekolah-sekolah terkait penataan parkir.
Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan kendaraan di sekitar sekolah tidak mengganggu fungsi badan jalan bagi pengguna jalan lainnya. Jaya Negara menambahkan, penataan parkir harus mempertimbangkan fungsi ruang jalan sehingga kendaraan yang parkir tidak mengganggu mobilitas masyarakat.
Sebelumnya sempat viral di media sosial salah satu titik badan jalan di kawasan Jalan Sudirman dipenuhi kendaraan. Diperkirakan badan jalan tersebut diisi oleh parkir siswa setingkat SMA yang membawa motor ke sekolah. (Widiastuti/balipost)










