
DENPASAR, BALIPOST.com – Program Bank Sampah Gema Pelita (Gempita) SDN 5 Pedungan telah berjalan sejak 2018 lalu. Dalam program menabung sampah tersebut, ada siswa yang memiliki tabungan hingga Rp1,5 juta.
Ketua Bank Sampah Gempita, I Putu Dede Mahendra, Kamis (10/9), mengatakan, dalam Bank Sampah Gempita ini kegiatan penimbangan sampah rutin digelar setiap dua minggu sekali pada hari Sabtu. Dari kegiatan tersebut, siswa akan memiliki tabungan yang bisa ditarik saat tamat. “Setiap kali penimbangan di hari Sabtu, mereka akan mendapatkan saldo berupa uang,” katanya.
Sampah terpilah yang dibawa untuk bank sampah meliputi botol plastik, kardus, kertas bekas, hingga minyak jelantah. Tak hanya sampah dari lingkungan sekolah, Dede Mahendra mengatakan, siswa juga dapat membawa sampah dari rumah.
Sistem pencatatan Bank Sampah Gempita ini kata dia, telah terdigitalisasi menggunakan aplikasi SiDarling (Sistem Sadar dan Peduli Lingkungan) dari DLHK Denpasar. Siswa dapat memantau saldo tabungan sampah mereka secara langsung melalui ponsel lewat aplikasi SiDarling.
Khusus bagi para siswa, hasil tabungan sampah ini disimpan secara berkala dan baru dapat dicairkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar atau tamat kelas 6. Ia menyebut, ada siswa yang memiliki saldo hingga Rp 1,5 juta dari menabung sampah saat tamat. Sedangkan sampah yang telah terkumpul akan didistribusikan ke pihak ketiga untuk diolah kembali.
Kepala SDN 5 Pedungan, Ni Made Suciningsih menuturkan, pengumpulan sampah dikoordinir oleh wali kelas dan kader. Pihaknya memiliki kader Gema Ranger yang diambil dari kelas 6 yang membantu menimbang dan menginput ke aplikasi SiDarling.
Ia menyampaikan, antusiasme seluruh warga sekolah terhadap keberadaan bank sampah ini sangat tinggi. Tidak hanya melibatkan siswa, juga melibatkan guru hingga pengelola kantin sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan bahwa “Sampahku adalah tanggung jawabku.”
Terkait kunjungan Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, pihaknya merasa sangat antusias dan bersyukur. “Artinya dengan ini membuktikan anak-anak juga menjadi motivasi. Karena dari motivasi dari diri itu penting. Setelah mendapatkan kunjungan, anak-anak akan tambah antusias,” katanya. (Widiastuti/bisnisbali)










