
AMLAPURA, BALIPOST.com – Proses revitalisasi atau perbaikan tiga pasar tradisional yang ada di Kabupaten Karangasem telah rampung dikerjakan. Untuk saat ini, ketiga pasar tersebut telah mulai ditempati oleh para pedagang untuk berjualan.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Diskoperindag Karangasem, I Wayan Wisma seizin Kepala Diskoperindag, Tjokorda Surya Darma, Senin (14/9) mengungkapkan, proses penataaan tiga pasar direvitalisasi tahun ini, yakni Pasar Amlapura Barat, Pasar Bebandem, dan Pasar Menanga sudah selesi dilakukan. “Pasar tersebut telah rampung dikerjakan pada 2 September lalu,” ujarnya.
Wisma mengatakan, pascaselesainya pengerjaan pasar tersebut, untuk saat ini para pedagang yang sebelumnya menempati tempat lain untuk berjualan selama proses penataan berlangsung, kini mereka sudah diperkenankan atau diijinkan untuk kembali berjualan di pasar tersebut.
“Untuk di Pasar Amlapura Barat dan Pasar Hewan Bebandem sudah ditempati pedagang. Sementara itu, untuk di Pasar Menanga juga sudah diperbolehkan ditempati dan beroperasi untuk pedagang, hanya saja pedagang dan pihak adat masih ada prosesi upacaranya secara adat,” katanya.
Dia berharap, pascarevitalisasi ini, apa yang sudah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Karangasem bisa bermanfaat untuk para pedagang yang berjualan di pasar tersebut. Pasalnya, penataan tersebut bagian dari upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Selain itu juga, kami berharap masyarakat atau pengunjung pasar rakyat lebih aman dan nyaman dalam bertransaksi,” harapnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, tiga pasar yang mendapat penataan tahun ini adalah Pasar Menanga, Pasar Amlapura Barat dan Pasar hewan Bebandem. Anggaran untuk perbaikan ketiga pasar tersebut mencapai Rp 850,4 juta, dengan rincian Pasar Menanga Rp 379,6 juta, Pasar Bebandem Rp 99,5 juta dan Pasar Amlapura Barat Rp 374,3 juta.
Perbaikan Pasar Menanga dilakukan, karena mengalami kerusakan parah akibat terbakar. Sementara itu, untuk Pasar Amlapura Barat dilakukan perbaikan, mengingat beberapa los yang selama ini digunakan oleh pedagang kondisinya sudah rusak. Dan untuk yang di pasar hewan Bebandem penataan kami lakukan pada los panjang yang sebelumnya rusak akibat tertimpa pohon.(Eka Parananda/balipost).










