
MANGUPURA, BALIPOST.com – Penutupan sejumlah bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, banyak penumpang beralih ke tranportasi darat terutama bus. Kondisi ini berdampak meningkatnya kedatangan bus di Terminal Mengwi hingga 11 persen.
Kasatlantas Polres Badung, AKP Ni Luh Tiviasih, Selasa (8/9) menyampaikan kenaikan jumlah bus ke Terminal Mengwi sebesar 11 persen dari yang biasanya 70 menjadi 83 armada. Untuk penumpang juga peningkatan dari 1.600 menjadi 2.500 orang, terutama yang datang dan menuju Jakarta. “Kami terus berkoordinasi dengan Kepala Terminal Mengwi untuk mengetahui perkembangan situasi,” ujarnya.
Meningkatnya kedatangan bus tersebut, AKP Tiviasih menjelaskan pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi kemacetan di seputaran terminal dan jalur Denpasar-Gilimanuk. Tujuannya agar arus lalin tetap aman dan lancar.
Upaya tersebut diantaranya meningkatkan pengaturan, penjagaan dan strong poin pada titik-titik rawan kemacetan, khususnya pada persimpangan-persimpangan dan akses keluar masuknya kendaraan. Tetap melaksanakan patroli bersinergi dengan polsek jajaran. “Kami juga melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir sembarangan atau liar dan tetap atensi kegiatan serta aktivitas masyarakat yang mengganggu kelancaran berlalu lintas,” ungkapnya.
Mantan Kasatlantas Polres Bandara Ngurah Rai ini mengungkapkan pihaknya juga melaksanakan rekayasa lalu lintas serta pengalihan arus (buka-tutup) apabila terjadi kepadatan lalin serta antrean panjang.
AKP Tiviasih mengimbau pengguna jalan raya supaya mematuhi aturan berlalu lintas. Untuk pengendara sepeda motor diingatkan mengenakan helm standar, tidak menggunakan knalpot brong dan pasang plat nomor kendaraan. “Utamakan keselamatan saat berkendara dan patuhi aturan berlaku lintas,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)










