Seorang warga kota memegang hewan peliharaannya untuk memudahkan tenaga kesehatan hewan menginjeksikan vaksin rabies dan vitamin di taman sebelah Timur Lapangan Puputan Badung I G N Made Agung, Denpasar, Sabtu (5/9). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perayaan Tumpek Uye atau Tumpek Kandang di Kota Denpasar diisi dengan kegiatan sterilisasi dan vaksinasi rabies terhadap hewan penular rabies (HPR). Kegiatan tersebut berlangsung di Area Taman Catur, Lapangan Puputan Timur, Denpasar, Sabtu (5/9).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap Hari Raya Tumpek Uye. Selain vaksinasi rabies dan sterilisasi, kegiatan juga diisi dengan pelayanan kesehatan hewan. “Untuk hari ini kegiatan yang kita lakukan, vaksinasi rabies, pelayanan kesehatan hewan, dan sterilisasi,” ujarnya.

Baca juga:  PTM Diharapkan Normal Semester II 2021

Dalam kegiatan sterilisasi kali ini, pihaknya menargetkan sebanyak 40 ekor anjing maupun kucing. Dari pendaftaran yang dibuka melalui tautan, terdapat sekitar 30 hewan yang telah didaftarkan. Selanjutnya, hewan yang akan mendapatkan layanan diseleksi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Terutama diprioritaskan menyasar anjing liar yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Sejumlah anjing liar yang berada di sekitar area kegiatan telah ditangani untuk membantu menekan populasi anjing liar di sekitar kawasan tersebut yang berpotensi menularkan rabies.

Baca juga:  Tambahan Korban Jiwa Masih Dilaporkan Bali, Kasus Baru di Bawah 50

Suparmi mengatakan vaksinasi rabies yang dilaksanakan Sabtu tersebut berlangsung hingga kegiatan selesai. Namun, vaksinasi rabies juga tetap dilakukan melalui program rutin Dinas Pertanian Kota Denpasar dengan mendatangi rumah-rumah, desa, dan banjar yang ada di Kota Denpasar. “Kita sudah lakukan program rutin dari dinas itu jadwal ke rumah-rumah, ke desa, banjar, desa yang ada di Kota Denpasar,” katanya.

Selain kegiatan Tumpek Uye, vaksinasi rabies juga akan kembali digelar dalam rangka World Rabies Day pada 27 September mendatang. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Lapangan Renon.

Baca juga:  Warga Sembuh Covid-19 Tak Dapat Vaksin

Terkait kasus rabies di Kota Denpasar, Suparmi menyebutkan hingga terakhir tercatat sebanyak delapan kasus positif rabies sejak Januari. Jumlah tersebut disebut telah mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk kasus rabies sampai kemarin itu ada delapan. Kemarin terakhir ada yang positif, terbaru itu kemarin delapan,” ujarnya.

Ia berharap kasus rabies di Kota Denpasar tidak kembali bertambah hingga akhir tahun. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN