Banggar- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karangasem melaksanakan rapat kerja dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kamis (3/9) kemarin. Dalam rapat tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karangasem dirancang mengalami kenaikan sebesar Rp 26 miliar di APBD Perubahan 2026. (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karangasem melaksanakan rapat kerja dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kamis (3/9). Dalam rapat tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karangasem dirancang mengalami kenaikan sebesar Rp 26 miliar di APBD Perubahan 2026.

Pada APBD induk 2026, PAD Karangasem ditargetkan sebesar Rp 511 miliar dan hingga saat ini progresnya baru sekitar Rp 309 miliar atau 60,51 persen. Sekarang dengan adanya proyeksi peningkatan PAD di APBD perubahan sebesar Rp 26 miliar artinya total target PAD di tahun 2026 sebesar Rp 537 miliar.

Baca juga:  TKD Turun, Tabanan Genjot PAD dan Investasi

“Secara umum PAD Karangasem memang diproyeksikan naik sebesar Rp 24 miliar di APBD Perubahan. Dan dari hasil hasil rapat dan pencermatan, dan usulan dari sejumlah anggota dewan, sehingga pendapatan dirancang naik sebesar Rp 26 miliar,” kata Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika.

Suastika mengatakan, peningkatan tersebut dinilai cukup realistis untuk diraih di sisa waktu yang ada hingga akhir tahun. Beberapa sektor dinilai memiliki potensi untuk dinaikkan seperti sektor retribusi, hiburan dan yang lainnya yang selama ini menjadi salah satu andalan Karangasem untuk meraih pendapatan. Dan kedepannya, tidak bisa hanya mengandalkan salah satu sektor saja untuk mendulang pendapatan. Tapi harus menggali pendapatan dari sektor lain yang memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan.

Baca juga:  ​Distribusi MBG Dikabarkan Dihentikan Sementara, Disdik Gianyar Koordinasi dengan Korwil SPPG

“Kami dorong di sektor Mineral Bukan Logam dan Bebatuan (MBLB) tidak terjadi penurunan dan bisa mencapai target sesuai yang kami canangkan. Mengingat, kenaikan ini cukup berat dengan kondisi saat ini. Maka dari itu, kami berharap ada investasi lain yang masuk ke Karangasem supaya pendapatan bisa terus mengalami peningkatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem I Nyoman Siki Ngurah, menjelaskan, kalau PAD Karangasem hingga saat ini menunjukkan hal yang positif di beberapa sektor. Hanya saja, masih ada beberapa sektor yang belum maksimal, sehingga terkait kenaikan pendapatan tersebut.

Baca juga:  Gali Potensi PAD, Badung Cari Celah Pajaki OTA

“Untuk sektor hiburan, hotel, restoran prosesnya cukup baik. Jadi, waktu empat bulan kedepan akan kami akan upayakan lebih maksimal lagi untuk meningkatkan pendapatan,”jelas Siki Ngurah. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN