
SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, resah dengan aktivitas penerbangan drone misterius yang belakangan kerap terlihat pada malam hari hingga menjelang subuh. Drone tersebut beberapa kali terpantau terbang di atas permukiman warga. Di tengah keresahan itu, pencurian ayam aduan milik warga juga dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi.
Perbekel Gobleg, Made Separsa, saat dihubungi Kamis (3/9), mengatakan, aktivitas drone tersebut mulai marak sekitar sepekan terakhir. Berdasarkan pemantauannya, drone biasanya mulai diterbangkan sekitar pukul 20.30 Wita dan berlangsung hingga pukul 01.00-02.00 Wita. Bahkan, beberapa kali aktivitas tersebut berlangsung hingga menjelang subuh.
“Beberapa kali saya pantau, dia terbang di atas rumah warga. Seperti mengintai,” ujar Separsa.
Menurut dia, ketika keberadaan drone diketahui warga, benda tersebut biasanya segera berpindah atau menjauh. Warga juga melihat adanya drone lain yang terbang di sekitar lokasi. Satu drone terlihat berada lebih dekat, sedangkan lainnya berada agak jauh.
Aktivitas tersebut membuat warga merasa tidak nyaman dan khawatir. Terlebih, dalam waktu yang berdekatan, sejumlah warga kehilangan ayam aduan. Ayam yang hilang disebut mencapai puluhan ekor.
Meski demikian, Separsa menegaskan pihaknya belum dapat memastikan adanya kaitan antara aktivitas drone dengan pencurian ayam aduan tersebut. “Setelah itu ada kejadian-kejadian. Kemalingan, ada kemalingan ayam. Tapi saya tidak mengatakan ini pemicunya,” katanya.
Separsa mengatakan, tidak seluruh kasus pencurian ayam aduan dilaporkan kepada pihak berwajib. Berdasarkan informasi yang diterimanya, kehilangan terjadi di sejumlah lokasi. Jika dirinci, kejadian tersebut sudah lebih dari lima kali dan diperkirakan mencapai sekitar 10 kejadian.
“Kalau yang tidak dilaporkan, lebih dari lima kali. Mungkin 10-an kali sudah,” ujarnya.
Selain ayam aduan, warga juga mendapat informasi mengenai pembobolan sebuah vila di Desa Selat, Kecamatan Sukasada, yang berbatasan dengan Gobleg pada Minggu (30/9) lalu. Dalam kejadian tersebut, dua koper milik tamu dibongkar di luar areal vila. Sejumlah barang, termasuk laptop dan iPad, dilaporkan hilang.
Terkait aktivitas drone tersebut, Separsa mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Informasi mengenai keresahan warga juga telah disampaikannya kepada Kapolsek Banjar. Polsek Banjar, kata Separsa, telah melakukan pemantauan di lapangan. Bahkan, anggota kepolisian beberapa kali turun pada malam hari untuk memantau aktivitas drone tersebut. Namun, pihak desa masih menunggu langkah penanganan lebih lanjut dari kepolisian.
“Saya menunggu arahan dari kepolisian karena secara resmi mereka punya mekanisme penanganan. Kalau kita di desa sifatnya hanya mengantisipasi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan pencurian ayam aduan maupun harta benda lainnya, Separsa mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga harta benda masing-masing. Ia meminta warga tetap berada di rumah masing-masing serta menyiapkan titik-titik berkumpul apabila diperlukan.
Aktivitas drone tersebut, lanjutnya, kini disebut tidak hanya terpantau di wilayah Gobleg. Drone serupa juga dilaporkan terlihat hingga wilayah Munduk dan Pedawa.
“Kit berharap kepolisian segera mengungkap pihak yang menerbangkan drone tersebut sekaligus mengetahui tujuan penerbangannya,” harapnya. (Yuda/balipost)










