Petugas gabungan dari kepolisian, BPBD, dan warga saat mengevakuasi mayat tanpa identitas yang ditemukan di hutan Banjar Dinas Gunung Sari Uma Kayu, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel. (BP/Istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Identitas sesosok jenazah tanpa identitas (Mr X) yang ditemukan di kawasan Hutan Sanghyang, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Minggu (28/6), hingga kini masih menjadi misteri. Polisi masih berupaya mengungkap identitas korban, namun terkendala kondisi fisik jenazah yang sudah mengalami kerusakan parah.

Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP Made Teddy Satria Permana, Senin (29/6), mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya identifikasi, termasuk memeriksa barang-barang milik korban yang ditemukan di dalam tas ransel serta melakukan pemeriksaan sidik jari.

Baca juga:  Warga Ukraina Dijambret di Kuta

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan alami dan bagian ujung jari korban rusak sehingga tidak memungkinkan dilakukan identifikasi melalui sidik jari. “Sudah kami coba identifikasi melalui sidik jari, tetapi tidak membuahkan hasil,” ujarnya.

Polisi juga belum dapat memastikan identitas maupun kewarganegaraan korban. Meski muncul dugaan korban merupakan warga negara asing, namun hal tersebut masih bersifat spekulatif dan belum dapat dipastikan.

Baca juga:  Masih Langka, Minyak Curah Hanya Dijatah untuk IRT dan UMKM

Sejauh ini, penyidik masih menelusuri berbagai petunjuk, termasuk informasi dari warga yang mengaku sempat melihat seorang pria dengan ciri-ciri pakaian serupa di kawasan Jatiluwih pada Kamis (18/6), bertepatan dengan Umanis Galungan.

Selain itu, polisi juga mendalami dari mana korban memulai perjalanan hingga bisa berada di tengah kawasan hutan. Petugas masih mencari informasi terkait kendaraan yang digunakan korban untuk mencapai lokasi tersebut. “Kami masih mencari tahu kendaraan apa yang dipakai korban sampai ke Jatiluwih,” kata Teddy.

Baca juga:  Libur Lebaran, Dua DTW di Bangli Masih Jadi Favorit Wisatawan

Penyelidikan juga dilakukan dengan berkoordinasi dengan para pemilik penginapan dan homestay di kawasan Jatiluwih. Namun hingga kini, belum ada laporan mengenai tamu yang hilang atau tidak kembali ke tempat menginapnya.

Sementara itu, kepolisian masih menunggu hasil autopsi dan data medis lainnya untuk mengetahui penyebab kematian sekaligus memperkirakan usia korban secara lebih akurat. “Hasil autopsi juga masih kami tunggu,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN