Perbaikan Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk untuk meningkatkan kapasitas yang dilakukan sejak Agustus lalu. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Peningkatan kapasitas infrastruktur di Pelabuhan Gilimanuk saat ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antar pulau. Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk yang sebelumnya hanya mampu menahan beban 30 ton, kini dalam tahap penguatan agar sanggup menampung muatan hingga 50 ton.

Langkah ini dikerjakan sejak 21 Agustus 2026 ini dirancang terintegrasi dengan pengembangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Di pelabuhan seberang tersebut, Dermaga Ponton juga sedang dirombak menjadi Moveable Bridge (MB) permanen dengan kapasitas muat yang setara, yakni 50 ton.

Baca juga:  Kasus Biogas Nusa Penida, Oknum Dewan Jadi Tahanan Kota dan Minta Dibebaskan

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan selama ini, pelayanan kendaraan logistik berukuran besar sangat bergantung pada Dermaga MB 4 dan Landing Craft Machine (LCM). Sehingga dengan peningkatan kapasitas dermaga 2 ini untuk mengatasi.

“Dengan Dermaga 2, kami menargetkan fleksibilitas operasional yang jauh lebih baik. Kesetaraan kapasitas antara Ketapang dan Gilimanuk akan mempercepat proses pelayanan kendaraan, serta memberikan lebih banyak alternatif dermaga, terutama saat menghadapi periode puncak mobilitas,” ungkap Heru.

Baca juga:  Bali Sudah Tangani 75 Kasus PDP COVID-19, Puluhan Masih Tunggu Hasil

Selama proses pengerjaan proyek berlangsung, ASDP memastikan layanan penyeberangan tetap beroperasi optimal dengan sejumlah penyesuaian.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan saat ini terdapat 26 kapal yang disiagakan untuk melayani lintasan Jawa-Bali tersebut. Pola operasi bongkar muat dilakukan secara dinamis, mempertimbangkan kondisi arus laut, cuaca, serta volume pergerakan kendaraan yang fluktuatif dalam beberapa hari terakhir.

“Kami terus berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait untuk mengatur lalu lintas di area dalam maupun akses menuju pelabuhan. Apabila terjadi kepadatan, kami juga telah menyiapkan area Bulusan sebagai buffer zone untuk memecah antrean,” jelas Media.

Baca juga:  Kebutuhan Kian Mendesak, Pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas Harus Dipercepat

Pihak ASDP mengimbau para pengguna jasa penyeberangan untuk selalu memperbarui informasi kondisi pelabuhan dan operasional kapal sebelum melakukan perjalanan. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN