Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, I.B. Surya Suamba. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung mulai mematangkan rencana pembangunan dua pelabuhan tol laut dengan memasuki tahap penyiapan lahan di kawasan pesisir. Berlokasi di Pantai Sekeh, Kedonganan dan Pantai Berawa, Canggu, proyek ini digadang-gadang menjadi solusi transportasi terintegrasi yang menghubungkan jalur laut dan darat sekaligus mengurai kemacetan di kawasan pariwisata.

Sekretaris Daerah Badung, Ida Bagus Surya Suamba menegaskan bahwa saat ini progres masih berada pada tahap penetapan lahan. Pemerintah daerah fokus memastikan kesiapan lokasi sesuai konsep yang telah dirancang pusat.

Baca juga:  Dari Bali Sumbang Zona Merah Terbanyak hingga Deretan Goa di Penelokan Kini Tidak Terawat

“Progresnya masih proses penetapan lahan. Dalam waktu dekat ada pembahasan bersama Pak Gubernur yang dihadiri Bupati, Wakil Bupati dan OPD terkait untuk membahas kesiapan proyek ini,” ujar I.B. Surya Suamba pada Minggu (9/8).

Ia menjelaskan, pembangunan pelabuhan ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem transportasi publik terintegrasi yang sedang disiapkan di Badung. Dua pelabuhan tersebut akan melayani water taxi dan terhubung langsung dengan jaringan transportasi darat berbasis trem yang melintasi kawasan pesisir.

Baca juga:  Lokasinya Nempel Pura Dalem Ped, Bupati Satria Tutup Proyek Akomodasi Wisata

Konektivitas menjadi kunci utama dalam konsep ini. Penumpang yang tiba di pelabuhan tidak perlu lagi mengalami kesulitan mobilitas. Mereka dapat langsung berpindah ke trem maupun layanan feeder berbasis kendaraan listrik yang menghubungkan berbagai destinasi wisata unggulan di Badung.

“Konsepnya adalah transportasi yang saling terintegrasi. Orang turun dari kapal, langsung tersedia trem maupun feeder, sehingga perpindahan antarmoda menjadi lebih mudah dan efisien,” jelasnya.

Pemkab Badung memandang pengembangan transportasi publik terpadu sebagai solusi nyata mengurai kemacetan yang kian kompleks di kawasan pariwisata. Pertumbuhan wisata yang pesat tidak bisa lagi hanya diimbangi dengan pembangunan jalan semata. Sistem transportasi modern dan terintegrasi menjadi kebutuhan mendesak.

Baca juga:  Realisasi Pinjaman Dana PEN Klungkung Rp 114 Miliar Terfokus ke Nusa Penida

Setelah tahap penyiapan lahan rampung, pemerintah pusat akan melanjutkan proses pembangunan fisik. Harapannya, proyek ini dapat segera terealisasi dan memberikan dampak signifikan bagi mobilitas masyarakat serta wisatawan.

“Setelah kesiapan lahan terpenuhi, pemerintah pusat akan melanjutkan pembangunan. Ya mudah – mudahan setelah itu segera dibangun,” pungkasnya.(Parwata/balipost)

BAGIKAN