Mahfud MD berikan kuliah umum di IMK Singaraja.(BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Moh. Mahfud MD, mendorong mahasiswa Pascasarjana Institut Mpu Kuturan (IMK) membangun sumber daya manusia (SDM) Hindu yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, memiliki spiritualitas, profesional, dan peduli terhadap masyarakat.

Hal itu disampaikan Mahfud saat memberikan kuliah umum dalam rangkaian Matrikulasi Program Pascasarjana IMK di Kampus Menjangan, Banyuning, Singaraja, Selasa (1/9). Kuliah umum mengangkat tema “Pancasila sebagai Sumber Hukum dan Fondasi Keadilan Sosial: Menuju SDM Hindu yang Unggul dan Berkarakter.”

Baca juga:  Nangun Sat Kerthi Loka Bali Jadi Roh Konstruksi dan Properti di Bali

Mahfud mengatakan, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga sumber nilai, moral, dan pandangan hidup yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut memiliki keterkaitan dengan ajaran Hindu, seperti Ahimsa, Tat Twam Asi, Vasudhaiva Kutumbakam, Loka Samgraha, dan Dana.

“Pancasila menjadi dasar untuk memadukan nilai-nilai yang baik sehingga hukum Indonesia tetap mencerminkan keadilan, kepentingan bersama, dan karakter bangsa,” ujar Mahfud.

Baca juga:  Sambut HUT TNI, Kodam Sumbang Ratusan Kantong Darah

Ia juga memperkenalkan konsep prismatika hukum, yakni memadukan nilai-nilai baik dari berbagai konsep kenegaraan dengan tetap menyesuaikannya dengan karakter dan kebutuhan bangsa Indonesia.

Untuk membangun SDM Hindu unggul, Mahfud menyebut tujuh karakter yang perlu dikembangkan, yakni Sraddha (spiritualitas), Dharma (moralitas dan tanggung jawab), Vidya (ilmu pengetahuan dan teknologi), Satya (kejujuran dan integritas), Karma (profesionalisme), Loka-samgraha (kepedulian sosial), dan Seva (pengabdian).

“SDM unggul bukan hanya yang pintar, tetapi juga memiliki karakter, spiritualitas, kemampuan bekerja, serta kemauan untuk mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.

Baca juga:  Hujan dan Potensi Angin Kencang Melanda, Cek Prakiraan Cuaca Bali 4 Maret 2026

Sementara itu, Rektor IMK Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A., mengapresiasi kehadiran Mahfud MD. Menurutnya, kuliah umum tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa memperluas wawasan tentang Pancasila, hukum, keadilan sosial, sekaligus pembangunan SDM.

Suwindia menjelaskan, matrikulasi merupakan tahap awal untuk menyamakan persepsi dan memperkuat fondasi akademik mahasiswa sebelum mengikuti proses pendidikan Pascasarjana.

“Melalui matrikulasi, kami ingin mahasiswa memiliki fondasi akademik yang kuat dan siap mengikuti proses pendidikan dengan baik,” kata Suwindia. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN