Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto (tengah) saat bertemu Penglingsir Puri se-Bali di Puri Ageng Blahbatuh, Minggu (30/8). (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, di sela bertemu Penglingsir Puri se-Bali di Puri Ageng Blahbatuh, Minggu (30/8) menyampaikan pesan penting mengenai bahaya perubahan iklim dan kerusakan bumi. Hal tersebut disampaikan merujuk pada pesan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengenai kewaspadaan terhadap fenomena bencana alam global seperti yang terjadi di Nepal.

​Hasto menegaskan bahwa dampak global warming semakin nyata dan dapat mempercepat tingkat kerusakan lingkungan jika tidak segera diantisipasi dengan tindakan konkret.

Baca juga:  Usai Diumumkan, Koster - Cok Ace Sembahyang di Gunung Salak

​Dijelaskannya, peristiwa bencana dan kerusakan bumi akibat pemanasan global harus menjadi alarm bersama. Bali diharapkan mampu mengambil peran sebagai pelopor gerakan penyelamatan lingkungan.

​Hasto menyoroti laju abrasi pantai di Pulau Bali yang diperkirakan mencapai 20 sentimeter per tahun. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi kelangsungan masa depan ekosistem pesisir.

​Sebagai bentuk langkah mitigasi, penanaman mangrove di sekeliling wilayah pesisir Bali menjadi opsi krusial untuk menahan laju abrasi dan menjaga keseimbangan alam.

Baca juga:  Pemkab Badung Gelar Pelatihan Desain Mode bagi Penyandang Disabilitas

​Ditegaskannya, pesan utama Megawati menekankan pentingnya menjaga Bali melalui pendekatan nilai tradisi, kebudayaan, dan spiritualitas yang menghormati alam (respect for nature).

“Kearifan lokal masyarakat Bali yang menyatu dengan upaya pelestarian lingkungan akan menjaga keunikan Pulau Dewata agar tetap lestari bagi generasi mendatang,” katanya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN