
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, setiap tahunnya memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani untuk mendukung produktivitas hasil pertanian.
Pada 2026 ini, puluhan alsintan sudah disalurkan ke kelompok petani yang ada di sejumlah kecamatan di Bumi Lahar. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, I Putu Gede Suwata Berata, Kamis (27/8) mengungkapkan, hingga Agustus 2026 ini, pihaknya telah menyalurkan puluhan bantuan alsintan kepada kelompok petani di Kabupaten Karangasem.
“Bantuan alsintan yang disalurkan ada beberapa bantuan baik yang kita usulkan melalui Kementerian Pertanian maupun dari Bank Indonesia. Untuk jumlah bantuan dari dari Kementerian sebanyak 13 alsintan, kemudian dari Bank Indonesia sebanyak 9 alsintan,” ujarnya.
Suwata Berata mengatakan, untuk bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian diberikan kepada Subak Tempek Puseh Tengah Bungaya Kangin, Kelompok Tani Tunas Amertha Bhuana Giri, UPJA Sekar Cempaka Sinduwati, Subak Tanah Bita Rendang, Subak Taman Belong Muncan, Subak Cau Jasri Subagan, Subak Bekukih Ababi.
Kemudian Subak Babakan Tiyingtali, Subak Gunung Ababi, Subak Tanah Aji Abang, Subak Tegal Kauh Duda Utara, Subak Alas Tunggal Duda, dan Subak Seka Gede Manggis. “Sementara untuk bantuan alsintan dari Bank Indonesia, kita berikan kepada Subak Abian Madya, Subak Uma Aya, Subak Selumbung, dan Subak Gunung,” katanya.
Menurut Suwata Berata, pihaknya setaip tahunnya mengusulkan banguan alsintan ini ke pusat. Pasalnya, ketersedian alsintan di subak yang ada di Kabupaten Karangasem masih kurang dan masih membutuhkan banguan tersebut. Bahkan, di APBD Perubahan 2026 ini, pihaknya juga mengusulkan anggaran untuk pengadaan 10 unit alsintan.
“Di Perubahan kita usulkan sebesar Rp 300 juta. Karena satu unit alsintan dipasang harga Rp 30 juta. Tapi, kita belum tahu apakah anggaran tersebut diberikan atau disetujui nanti atau tidak, semoga saja disetujui,” harapnya sembari menyatakan, tujuan utama bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) adalah untuk mempercepat proses kerja, meningkatkan efisiensi, serta mendongkrak produktivitas hasil pertanian untuk swasembada pangan. (Eka Parananda/balipost)










