
SINGARAJA, BALIPOST.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buleleng menyiagakan ratusan personel untuk memastikan kebersihan selama pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 yang berlangsung 18–23 Agustus. Sebanyak 200 personel dikerahkan dan dibagi dalam empat shift untuk menangani kebersihan di seluruh kawasan kegiatan.
Kepala DLH Buleleng, Gede Putra Aryana, saat dikonfirmasi, Jumat (21/8), mengatakan persiapan penanganan kebersihan telah dilakukan jauh sebelum Bulfest berlangsung. Koordinasi melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), perguruan tinggi, serta relawan.
“Kami sudah melakukan persiapan sejak sebelum Bulfest. Pada 15 Agustus kami mengundang OPD dan masing-masing OPD menugaskan dua orang. Kami juga melibatkan lima perguruan tinggi dan para relawan,” jelasnya.
Menurut Aryana, pelibatan personel dari berbagai unsur tersebut tidak semata-mata untuk mengangkut sampah, tetapi juga menjaga kebersihan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Terlebih, konsep Bulfest tahun ini menggunakan venue yang lebih luas sehingga diperkirakan memberikan ruang lebih leluasa bagi masyarakat untuk menikmati berbagai hiburan.
“ Selain petugas kebersihan, kami juga melibatkan relawan, termasuk mahasiswa, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar ikut menjaga kebersihan. Petugas kami juga menggunakan seragam khusus dan name tag sehingga mudah dikenali,” katanya.
DLH juga memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan fasilitas umum. Sebanyak sembilan toilet ditempatkan petugas, masing-masing dua orang, untuk memastikan kebersihan dan pelayanan tetap terjaga selama kegiatan berlangsung. Edukasi mengenai titik pembuangan sampah juga akan disampaikan melalui pengeras suara di sejumlah lokasi.
“ Harapannya masyarakat memahami dan ikut menjaga kebersihan, bukan hanya mengandalkan petugas,” ujarnya.
Untuk mendukung pengelolaan sampah, DLH menyiapkan sekitar 40 tempat sampah berukuran kecil yang ditempatkan di berbagai titik. Selain itu, disiapkan tiga lokasi penampungan sementara untuk menampung sampah sebelum diangkut dan diproses lebih lanjut. Lokasi tersebut berada di Jalan Kresna, Kantor Lurah Paket Agung, dan kawasan Bappeda Buleleng.
Aryana mengatakan, berdasarkan estimasi DLH, timbulan sampah selama Bulfest mencapai sekitar 15 meter kubik per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen merupakan sampah anorganik. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomis akan dipilah untuk dimanfaatkan, sedangkan sampah residu selanjutnya dibawa ke TPA Bengkala.
“ Sampah yang masih bernilai ekonomis akan kami pilah. Setelah itu, residunya baru kami angkut ke TPA Bengkala,” jelasnya.
Di sisi lain, DLH juga mendorong pedagang yang berjualan selama Bulfest untuk ikut bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Ketentuan tersebut telah dikoordinasikan melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindag) Buleleng dalam proses pendaftaran pedagang.
“ Jadi kebersihan ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas DLH,” tandas Aryana. (Nyoman Yudha/balipost)










