Ilustrasi. (BP/Dokumen)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Proyek pembangunan Jembatan Merah Putih yang berada di perbatasan Banjar Dinas Karangsari Tengah dan Karangsari Kelod, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem, memakan korban jiwa. Seorang warga setempat terjatuh dari seteger setelah melihat pengerjaan proyek tersebut.

Perbekel Desa Duda Utara, I Wayan Suarman, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban atas namaI Wayan Kote (59), asal Banjar Dinas Karangsari Kelod, meninggal dunia setelah terjatuh dari steger bambu saat melihat-lihat proses pengerjaan proyek jembatan tersebut, Minggu (16/8) sekitar pukul 16.15 WITA.

Baca juga:  Satu WNA PDP COVID-19 dari Karangasem Dirujuk ke Sanglah

“Korban saat itu datang ke lokasi proyek dan melihat proses pembangunan jembatan. Namun, korban kemudian naik ke bagian steger bambu dan mengalami kecelakaan. Korban terpleset dari steger bambu saat melihat-lihat proyek jembatan. Korban terpleset dan jatuh ke belakang dengan posisi kepala membentur batu,” ujar Suarman, Kamis (20/8).

Suarman mengatakan, akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius. Warga kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Selat untuk mendapatkan penanganan medis. Karena kondisinya cukup parah, korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Klungkung.

Baca juga:  Arus Keluar Bali saat Libur Iduladha Membludak, Rekayasa Lalin Diterapkan di Gilimanuk

“Setelah mendapat penanganan medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Wayan Kote dinyatakan meninggal dunia. Korban dikubur pada Senin, 17 Agustus 2026. Pak Dandim juga sudah sempat datang melayat ke rumah duka,” katanya.

Menurut Suarman, korban merupakan warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi pembangunan jembatan. Dalam kesehariannya, korban dikenal cukup aktif bergotong royong di lingkungan sekitar. Menurutnya, korban sebenarnya kerap melihat aktivitas pembangunan jembatan, namun biasanya hanya dari jarak yang cukup jauh.

Baca juga:  Waktu Mepet, Danau Buatan Batal Dibangun Tahun Ini

“Pas kejadian, korban disebut berbeda dari biasanya karena berkeliling dan melihat proses pengerjaan dari dekat hingga naik ke atas steger. Biasanya korban hanya melihat dari jarak yang cukup jauh. Entah bagaimana, hari itu korban tumben berkeliling melihat-lihat proyek sampai naik ke atas steger. Kemudian terpleset dan jatuh ke bawah dengan kedalaman sekitar enam meter,” imbuh Suarman. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN