
DENPASAR, BALIPOST.com – Kios dan los di pasar tradisional di Denpasar cukup banyak kosong. Terutama di Pasar Badung yang mendominasi kekosongan, khususnya terjadi pada lantai 3 dan 4 kini. Untuk menghidupkan kembali kunjungan ke Pasar Badung, Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar berencana untuk menata kembali penempatan pedagang. Rencananya lantai 4 Pasar Badung akan kembali menjadi pusat kuliner.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, Selasa (18/8). Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan penataan zona di Pasar Badung secara bertahap. “Kami sedang mencari formula. Dari empat lantai yang tersedia saat ini, sepertinya akan kami maksimalkan di lantai 1, 2, dan 3 terlebih dahulu.
Pedagang yang masih tersisa di lantai 4 akan kami turunkan ke bawah, sehingga lantai 4 bisa kita sterilkan sementara sambil mematangkan konsep baru,” ujarnya.
Selanjutnya lantai 4 tersebut direncakanan untuk menjadi pusat sentra kuliner. Suadi Putra berencana menggandeng pihak ketiga atau vendor profesional yang berpengalaman di bidang pengelolaan kuliner. “Ada usulan untuk menggandeng vendor atau pihak ketiga yang biasa mengelola kuliner. Nanti kita berikan ruang bagi satu, dua, atau tiga vendor untuk mengajukan konsep yang sejalan,” jelasnya.
Sebagai penyedia fasilitas, Perumda Pasar Sewakadarma berkomitmen membenahi sarana penunjang, mulai dari ketersediaan air bersih hingga fasilitas toilet yang sempat menjadi catatan saat peninjauan langsung di lapangan. Selain fasilitas dasar, persoalan aksesibilitas dan visibilitas lantai 4 juga menjadi fokus perhatian. Menurut Suadi Putra, akses dari dalam gedung sebenarnya sudah memadai, namun akses serta daya tarik visual dari luar pasar masih perlu penanganan.
“Akses internal sebenarnya sangat mudah. Yang menjadi tantangan adalah akses eksternal. Kalau pusat kuliner buka hingga malam hari, aktivitasnya belum begitu terlihat jelas dari luar gedung. Kami sedang mengkaji kemungkinan penyediaan akses langsung dari luar menuju ke lantai 4,” ungkapnya.
Dengan strategi ini, Perumda Pasar berharap pergerakan pengunjung di lantai 1 hingga 3 dapat lebih padat dan hidup terlebih dahulu. Sementara lantai 4 dapat berkembang menjadi pusat kuliner malam yang terintegrasi di kawasan pusat Kota Denpasar. (Widiastuti/balipost)










