Anggota Satpolairud Polresta Denpasar mendatangi lokasi kapal lego jangkar di Pantai Sanur. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gelombang tinggi membahayakan bagi tranportasi laut. Seperti pada Selasa (11/8), Kapal Cargo MK Baruna tenggelam di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur. Kapten dan kru kapal tersebut selamat, hanya saja sebagian muatannya terbawa arus laut.

Terkait kejadian ini, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, menurut laporan dari Satpolairud Polresta Denpasar, kapal tersebut adalah milik I Wayan Subrata (54).

Sementara, Mohamad Ilyas (40) menjadi kapten kapal dan ada dua ABK yaitu Mohamad Nur Wadi (29) dan Paidi (41). Kronologisnya, pada Senin (10/8), pukul 13.00 WITA, Kapal Cargo MK Baruna menaikkan barang kiriman hingga pukul 19.00 WITA. Setelah semua barang kiriman sudah masuk, dilaksanakan persiapan untuk berangkat.

Baca juga:  Amankan Pangerupukan, Ini Dilakukan Polres Badung

“Ternyata saat itu kondisi ombak sangat tinggi, sekitar 4 meter sampai pukul 21.00 WITA. Oleh karena itu, tidak memungkinkan Kapal Cargo MK Baruna untuk melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Kapten kapal, Ilyas memutuskan lego jangkar dengan posisi 40 meter dari tepi Pantai Padanggalak. Untuk menjaga keamanan kapal serta barang, kapten dan ABK tinggal di atas kapal.

Pada Selasa pukul 05.00 WITA, gelombang laut masih besar dan mulai masuk ke dalam kapal lewat belakang. Akhirnya Ilyas memutuskan untuk membawa kapal menuju ke alur Pelabuhan Sanur agar aman. Namun ombak serta arus sangat besar sehingga kapal semakin kemasukan air dan akhirnya tenggelam. “Kapten kapal dan ABK semampu mereka menyelamatkan barang-barang yang bisa diselamatkan ke tepian pantai,” tegasnya.

Baca juga:  Seorang Warga Tenggelam di Pulukan Saat Nyepi  

Setelah menerima laporan kejadian itu, anggota Satpolairud Polresta Denpasar langsung ke TKP. Petugas minta keterangan saksi-saksi, koordinasi dengan Syahbandar Dermaga Sanur. Kapten dan ABK dibantu masyarakat berusaha melakukan evakuasi terhadap kapal agar tidak mengganggu keluar masuk speedboat di Dermaga Sanur.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tenggelamnya kapal cargo MK. Baruna. Posisi kapal sementara lego jangkar di pinggir pembatas alur masuk Pelabuhan Sanur agar tidak mengganggu alur keluar masuk speedboat penumpang,” tegasnya.

Baca juga:  Mandi di Pantai, Pelajar Terbawa Arus

Tenggelamnya kapal tersebut diduga akibat cuaca ekstrem, yaitu ombak dan arus air yang besar. MK Baruna memiliki panjang 22,5 meter dan lebar 4,5 meter, menggunakan mesin tempel 4 unit 40 PK. Pemilik kapal mengaku belum tahu total kerugiannya. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN