
DENPASAR, BALIPOST.com – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Bali pada periode 26–29 Agustus 2026. Tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gelombang dan angin, terutama nelayan, operator kapal penyeberangan, kapal tongkang, serta pelaku wisata bahari.
Berdasarkan informasi tinggi gelombang BBMKG, potensi gelombang 2,5–4 meter tersebut berpeluang terjadi di Selat Bali bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Bali, serta Selat Lombok bagian selatan.
Kategori gelombang 2,5–4 meter masuk dalam kategori gelombang tinggi menurut sistem peringatan maritim BMKG. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal berukuran kecil maupun aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.
Cahyo Nugroho menyebut, perahu nelayan mulai berisiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara kapal tongkang berisiko ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang hingga 1,5 meter.
Untuk kapal feri, risiko keselamatan meningkat apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Dengan potensi gelombang hingga 4 meter tersebut, masyarakat yang hendak melakukan aktivitas di perairan Bali diminta tidak mengabaikan perkembangan cuaca dan kondisi laut. Nelayan dan operator kapal juga diharapkan mempertimbangkan kondisi gelombang sebelum memutuskan untuk berlayar.
Ia mengingatkan masyarakat agar menjadikan informasi cuaca dan peringatan dini sebagai pertimbangan utama sebelum melaut. Pemantauan pembaruan informasi dapat dilakukan melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi Info BMKG.
“Masyarakat, nelayan, maupun pelaku pelayaran kami imbau tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi cuaca dan gelombang dinilai membahayakan keselamatan,” pesannya, Rabu (26/8). (Ketut Winata/balipost)










