
SINGARAJA, BALIPOST.com – Bukannya langsung beristirahat setelah menuntaskan perjalanan 45 kilometer, siswa SMAN 1 Gerokgak (SMARAK) justru mengambil posisi untuk push up. Push up sebanyak 15 kali dilakukan bersama sebagai bentuk pembayaran kaul setelah seluruh personel regu berhasil mencapai garis finish.
Aksi tersebut menjadi penutup manis bagi regu SMARAK yang untuk pertama kalinya mengikuti Gerak Jalan (GJ) 45 kilometer. Di tengah kondisi fisik yang terkuras setelah menempuh puluhan kilometer, para siswa tetap menunjukkan semangat dan kekompakan hingga garis akhir.
Kaul melakukan 15 kali push up itu telah disepakati sejak masa latihan. Sekitar sepekan sebelum pelaksanaan lomba, para siswa berjanji akan melakukan push up bersama apabila mampu menuntaskan perjalanan dengan personel lengkap.
Salah seorang peserta, Kadek Nino Sananta, Minggu (9/8) mengatakan kaul tersebut sekaligus menjadi bentuk perayaan atas keberhasilan seluruh anggota regu. Bagi Nino, keikutsertaan dalam GJ 45 kilometer menjadi pengalaman baru. Ia bersama rekan-rekannya ingin membuktikan bahwa SMARAK mampu mengikuti tantangan tersebut, meski persiapan yang dilakukan tergolong singkat. “Kami baru pertama kali mengikuti 45 kilometer. Jadi kami ingin membuktikan bahwa SMARAK bisa,” katanya.
Persiapan dilakukan sekitar 15 hari. Latihan tidak hanya berupa jalan jarak jauh, tetapi juga dilakukan secara bertahap dengan tes rute, lari, dan latihan fisik seperti push up. Latihan dilakukan setiap hari untuk membangun daya tahan sebelum menghadapi rute sepanjang 45 kilometer. “Pastinya kaki sakit saat di jalan, terutama di tanjakan. Itu sudah dekat-dekat finis,” ungkapnya.
Rasa lelah tersebut kemudian terbayar ketika seluruh personel berhasil finis. Tidak ingin momen tersebut berlalu begitu saja, para siswa langsung menunaikan janji yang dibuat saat latihan dengan melakukan 15 kali push up secara bersama-sama. “Pastinya kami mendapatkan pengalaman baru dan bisa merasakan pertama kalinya menunjukkan SMARAK di Kabupaten Buleleng dalam mengikuti ajang lomba gerak jalan 45 kilometer,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Gerokgak, Kadek Agus Apriawan Putra, mengatakan keikutsertaan SMARAK tahun ini memiliki arti tersendiri. Sebab, sekolah tersebut kembali ambil bagian dalam GJ 45 kilometer setelah sekitar 10 tahun tidak berpartisipasi.
Menurut Agus, keikutsertaan tersebut tidak semata-mata untuk mengejar prestasi. GJ 45 kilometer juga dimanfaatkan sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. “Kami masukkan ini dalam pendidikan karakter kebangsaan. Melatih disiplin, wawasan kebangsaan, dan kinerja mereka. Kami coba pembinaan karakter dan ternyata cukup efektif. Terlihat dari semangat anak-anak yang luar biasa sampai finis,” jelasnya.(Yudha/balipost)










