Suasana pertemuan forum perbekel se-Kecamatan Baturiti dengan Forkopimcam Baturiti, Jumat (31/7). (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Upaya meredam gejolak pascainsiden di Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, terus dilakukan. Pemerintah Desa Baturiti bersama Forkopimcam Baturiti mengajak masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi berbagai informasi yang beredar, serta menghormati proses hukum yang kini ditangani aparat.

Langkah tersebut menjadi komitmen bersama guna menjaga kondusivitas di seluruh wilayah Kecamatan Baturiti.

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan Forum Perbekel se-Kecamatan Baturiti dengan Forkopimcam di kantor Camat Baturiti, Jumat (31/7). Selain memperkuat koordinasi, seluruh perbekel yang mewakili 12 desa sepakat mengintensifkan edukasi kepada masyarakat dan menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Baca juga:  Bupati Bangli Soroti Kasus Bundir, Minta Stakeholder Aktif Sosialisasi dan Edukasi

Perbekel Batunya, I Made Riasa mengatakan bahwa setiap pemerintah desa memiliki tanggung jawab menjaga keamanan wilayahnya masing-masing. Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada, namun tidak bertindak di luar ketentuan hukum.

“Kesepakatannya, seluruh desa memberikan edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan. Siskamling juga kembali diaktifkan sehingga kondusivitas desa tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut Riasa, Pemerintah Desa Batunya juga berencana membangun komunikasi dengan Pemerintah Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng, yang merupakan daerah asal KD, terduga pelaku pencurian ayam aduan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga hubungan baik antardesa sekaligus meredam dampak sosial pascaperistiwa itu.

Baca juga:  Akses Diputus, Situs Judol dari Dua Negara Ini Tak Lagi Bisa Diakses

“Sebagai perbekel dari desa yang terdampak, kami akan berkomunikasi dan menyampaikan permohonan maaf. Namun, kami tetap menyerahkan penyelesaian kasus sepenuhnya melalui jalur hukum. Kami berharap seluruh masyarakat menghormati proses hukum yang sedang berjalan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi permasalahan baru,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Baturiti, Kompol I Nyoman Darsana mengatakan bahwa pihaknya telah meningkatkan intensitas patroli keamanan pascainsiden. Patroli dilakukan secara gabungan bersama TNI dan unsur keamanan desa, termasuk pecalang, terutama di wilayah Desa Batunya.

Baca juga:  Berhasil Operasikan Rumah Kompos, Desa Adat Padangtegal Utamakan Edukasi Pilah Sampah

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, sekaligus mengantisipasi dampak informasi yang berkembang di media sosial. Kepolisian juga akan terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan di Kecamatan Baturiti. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN