
DENPASAR, BALIPOST.com – Peringatan Rahina Tumpek Krulut pada Sabtu (1/8) ini dimaknai lebih luas oleh Pemerintah Provinsi Bali sebagai momentum memperkuat kasih sayang, kepedulian, dan keharmonisan antarsesama. Bertepatan dengan Hari Tumpek Krulut atau Rahina Tresna Asih, Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh masyarakat menjadikan hari suci tersebut sebagai wujud nyata kepedulian kepada sesama.
Salah satunya dengan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dibuka serentak di seluruh puskesmas dan klinik pemerintah di sembilan kabupaten/kota se-Bali.
Menurut Gubernur Koster, semangat Tumpek Krulut tidak hanya diwujudkan melalui ritual keagamaan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, layanan pemeriksaan kesehatan gratis disiapkan agar masyarakat dapat menjaga kesehatan diri dan keluarganya sebagai bagian dari membangun Bali yang sehat, kuat, dan penuh kepedulian.
“Jadikan Hari Tumpek Krulut sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap sesama. Mari manfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga sekaligus membangun Bali yang sehat dan penuh kasih sayang,” ajaknya.
Selain pelayanan kesehatan, Pemprov Bali juga menggelar Konser Tumpek Krulut di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, pada Sabtu (1/8) mulai pukul 18.00 WITA. Konser yang terbuka untuk masyarakat tanpa dipungut biaya itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan perayaan Tumpek Krulut yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat melalui seni dan budaya.
Sejumlah musisi ternama Bali dijadwalkan tampil memeriahkan konser tersebut, di antaranya Bagus Wirata, Lolot Band, Joni Agung, Leeyonk Sinatra, Yong Sagita, Bintang Band, Bayu KW, Lebri Partami, Putri Bulan, hingga Agus Veron. Selain penampilan individu, konser juga akan menghadirkan kolaborasi antarmusisi dalam rangkaian pertunjukan yang mengangkat semangat tresna asih.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menjelaskan bahwa Tumpek Krulut dimaknai sebagai Rahina Tresna Asih atau hari kasih sayang dalam tradisi Bali. Pada hari tersebut, umat Hindu memuja Sang Hyang Iswara sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang menganugerahkan kasih sayang, keharmonisan, dan kebahagiaan bagi umat manusia.
“Pada Tumpek Krulut dipuja Sang Hyang Iswara sebagai manifestasi Hyang Widhi yang menganugerahi kasih sayang, keharmonisan serta kebahagiaan. Wujud nyatanya kita menjaga keharmonisan antar sesama dengan saling menghormati dan menyayangi,” ujar Alit Suryana, Rabu (29/7).
Ia menambahkan, Tumpek Krulut juga dikenal sebagai rahina odalan gong, yakni hari yang berkaitan dengan penghormatan terhadap gamelan dan alat-alat musik tradisional. Pada hari tersebut masyarakat biasanya melaksanakan upacara penyucian terhadap perangkat gamelan sebagai simbol penghormatan terhadap seni dan budaya Bali. Karena makna kasih sayangnya yang kuat, Tumpek Krulut juga kerap disebut sebagai “Hari Valentine” versi masyarakat Bali.
Pemaknaan Tumpek Krulut sebagai Rahina Tresna Asih telah menjadi bagian dari Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2022 tentang Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi dalam Bali Era Baru.
Secara tradisi, Tumpek Krulut diperingati setiap 210 hari atau enam bulan sekali berdasarkan kalender Bali, tepatnya pada Saniscara Kliwon Krulut. Pada tahun 2026, Tumpek Krulut diperingati dua kali, yakni pada 3 Januari dan 1 Agustus.
Selain konser, Pemprov Bali juga akan menggelar persembahyangan bersama di Pura Pusering Praja Mandala, kompleks Kantor Gubernur Bali, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Rahina Tumpek Krulut.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Pemprov Bali berharap nilai-nilai tresna asih yang terkandung dalam Tumpek Krulut tidak berhenti pada pelaksanaan ritual maupun hiburan semata, melainkan benar-benar menjadi penggerak kepedulian sosial, mempererat persaudaraan, serta memperkuat harmoni kehidupan masyarakat Bali sesuai visi pembangunan Bali Era Baru. (kmb/balipost)









