
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperluas jejaring internasional dengan menjajaki kerja sama strategis bersama Kota Fujisawa, Prefektur Kanagawa, Jepang. Langkah ini difokuskan pada penguatan kolaborasi di bidang budaya, pariwisata, hingga pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu.
Upaya tersebut mengemuka saat Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan delegasi Shonan-Bali Friendship Association dalam agenda pertemuan dan kunjungan budaya di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung, Kamis (23/7). Pertemuan berlangsung dinamis dan menjadi momentum penting mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin sejak 2024.
Bupati Adi Arnawa didampingi jajarannya. Sementara delegasi Jepang dipimpin Ketua Shonan-Bali Friendship Association sekaligus Ketua Panitia Enoshima Bali Sunset, Hasegawa Ami, bersama sejumlah Anggota Dewan Kota Fujisawa.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi turut menyerahkan cinderamata produk khas Fujisawa sebagai simbol persahabatan kedua daerah.
Hubungan yang telah terbangun melalui ajang Enoshima Bali Sunset menjadi fondasi kuat untuk memperluas kerja sama lintas sektor ke depan.
Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa Badung dan Fujisawa memiliki kesamaan karakter sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan pesisir.
Kesamaan ini dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat sinergi yang saling menguntungkan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran delegasi dari Fujisawa. Kunjungan ini menjadi kesempatan yang baik untuk menyamakan persepsi sekaligus menjajaki berbagai peluang kerjasama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua daerah. Kami juga ingin berbagi pengalaman sekaligus belajar dari Fujisawa, terutama terkait penataan kawasan pantai, penanganan abrasi, hingga upaya menjaga kebersihan pantai,” ujarnya.
Pemkab Badung membuka peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari promosi destinasi wisata, pertukaran seniman, pengembangan SDM, pertukaran pelajar, hingga kolaborasi akademik antar lembaga pendidikan. Seluruh rencana akan diawali dengan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) dan dilanjutkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis.
“Kami sangat terbuka terhadap kerja sama ini. Secara teknis nanti akan kami koordinasikan melalui Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata dan Bagian Kerjasama agar program-program yang disepakati dapat diimplementasikan dengan baik,” ujarnya.
Ketua Shonan-Bali Friendship Association, Hasegawa Ami, menyambut positif komitmen tersebut. Ia menyebut kunjungan ini menjadi bagian dari studi potensi wisata Badung sebagai dasar pengembangan kerja sama ke depan.
“Kami datang ke Badung untuk melihat berbagai situs budaya, destinasi wisata, serta penyelenggaraan berbagai event. Kami ingin mengetahui potensi yang dimiliki Badung sebagai dasar membangun kerja sama yang lebih luas, baik melalui pertukaran budaya maupun bentuk kolaborasi lainnya,” katanya.
Sebagai referensi, Prefektur Kanagawa telah mengembangkan sistem pengelolaan pesisir terpadu melalui badan lintas pemerintah daerah. Program ini didukung pendanaan bersama dan aksi pembersihan pantai intensif yang melibatkan petugas serta relawan setiap musim panas. Model tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Badung dalam memperkuat pengelolaan kawasan pesisir secara berkelanjutan.(Parwata/balipost)










