Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Kelautan (DKPKP) terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem perairan lokal. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Kelautan (DKPKP) terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem perairan lokal. Salah satunya diwujudkan melalui aksi pelepasan ribuan benih ikan nila di kawasan sungai di wilayah Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Selasa (21/7).

Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, I Gusti Agung Sri Widyawati serta dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan aparat. Turut hadir dalam acara tersebut, Bendesa Jero Kuta Pejeng, Bendesa Adat Panglan, Kelian Dinas Panglan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Pejeng, hingga jajaran mahasiswa yang ikut berpartisipasi aktif.

Baca juga:  Jumlahnya Tidak Masuk Akal, Pemerintah Didesak Keluarkan Data Akurat Babi Mati Mendadak

Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, I Gusti Agung Sri Widyawati, Kamis (23/7), menegaskan bahwa pelepasan bibit ikan nila ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan strategi penting untuk memulihkan populasi ikan lokal sekaligus menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat sungai.

​”Pelepasan bibit ikan nila ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian sumber daya perairan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sungai kita,” ujar Agung Sri Widyawati.

​Ia menambahkan, keberlanjutan ekosistem sungai sangat bergantung pada partisipasi aktif warga sekitar. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, menjaga alam tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan sinergi erat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, dan akademisi. Pelestarian lingkungan hidup merupakan kewajiban seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga:  Atlet PON Rugby Belum Definitif

​Masyarakat diimbau untuk tidak mencemari sungai dan tetap memelihara kebersihan ekosistem perairan. Menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.

Agung Sri Widyawati menambahkan, melalui sinergi yang kuat antara Pemkab Gianyar, TNI, Polri, tokoh adat Desa Pejeng dan Panglan, serta kalangan akademisi, diharapkan aksi ini mampu memperkuat upaya pelestarian lingkungan berkelanjutan sekaligus menciptakan suasana aman di wilayah Kecamatan Tampaksiring.

Baca juga:  Konsumsi Ikan di Tabanan Masih Rendah

Sementara itu, Kelian Dinas Banjar Panglan, I Kadek Kamardiyana mengatakan, kegiatan ini tidak hanya untuk menambah populasi ikan lokal di sungai, tetapi juga sebagai salah satu cara untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih mencintai alam.

“Karena bagi kami sungai tidak hanya bentang alam, tetapi juga ruang belajar, ruang berkarya dan ruang sosial bagi masyarakat khususnya generasi muda yang jarang turun ke sungai. Dengan menjaga sungai berarti juga menjaga kehidupan, menjaga budaya, dan menjaga masa depan,” katanya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN