
SINGASANA, BALIPOST.com – Menjelang beroperasinya kembali layanan Trans Siswa pada Jumat (24/7), ratusan paramudi di Kabupaten Tabanan pada Kamis (23/7), menjalani tes urine, pemeriksaan kesehatan, serta pembekalan standar pelayanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pengemudi dalam kondisi prima dan bebas dari penyalahgunaan narkoba sebelum melayani ribuan pelajar.
Sebanyak 244 paramudi mengikuti rapat koordinasi yang digelar Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Kamis (23/7). Kegiatan ini sekaligus menjadi pemantapan pelaksanaan program Trans Siswa pada tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Dinas Perhubungan Tabanan, Putu Dian Setiawan mengatakan, rapat koordinasi difokuskan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya sekaligus memberikan pembekalan mengenai standar operasional prosedur (SOP) kepada seluruh paramudi. Dengan demikian, pelayanan kepada pelajar dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan nyaman.
“Pembekalan ini penting agar seluruh pengemudi memahami tata cara memberikan pelayanan yang baik kepada siswa, mulai dari proses penjemputan hingga pengantaran ke sekolah. Ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Ayo Selamat Sekolah,” ujarnya.
Di tahun ajaran 2026/2027, layanan Trans Siswa tetap melayani 103 trayek seperti tahun sebelumnya dengan dukungan 244 armada. Seluruh armada akan melayani transportasi pelajar pada 23 SMP di berbagai wilayah Kabupaten Tabanan.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, Dishub Tabanan juga mewajibkan seluruh armada dipasang GPS tracker. Perangkat tersebut dimanfaatkan untuk memantau pergerakan kendaraan agar tetap beroperasi sesuai trayek yang telah ditetapkan sekaligus mencegah manipulasi data perjalanan. “Seluruh aktivitas kendaraan dapat terekam sebagai bahan pengawasan dan evaluasi,” tegas Dian.
Selain pembekalan, Dishub Tabanan bekerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan melaksanakan tes narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza) serta pemeriksaan kesehatan bagi seluruh paramudi.
Dishub juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan program Trans Siswa, baik terkait kebutuhan trayek maupun kualitas pelayanan. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar layanan angkutan pelajar tersebut semakin tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan siswa di Kabupaten Tabanan. (Puspawati/balipost)









